YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Bale Gadeng Yogyakarta menjadi saksi penting pada Rabu (11/2/2026) ketika Dewan Jamu Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Nitilaku Jamu sekaligus rapat kerja.
Agenda ini menegaskan komitmen menjadikan jamu bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga minuman unggulan pariwisata dan gaya hidup sehat masyarakat modern.
Jamu sebagai Warisan dan Identitas
Ketua Dewan Jamu Indonesia DIY, Prof. Nyoman Kertia, menekankan bahwa jamu memiliki akar sejarah panjang sejak masa Kerajaan Mataram Kuno. Namun, promosi jamu selama ini dinilai belum maksimal.
Baca Juga : RSUP Dr Sardjito Luncurkan Program Full Day Tingkatkan Pelayanan
“Sering kali muncul pandangan negatif yang tidak sesuai dengan kenyataan manfaat jamu. Padahal, jamu adalah perpanjangan tangan budaya dan kesehatan Indonesia,” ujarnya.
Sinergi Pariwisata dan Kesehatan
Acara ini menghadirkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota se-DIY, asosiasi pelaku pariwisata seperti PHRI, ASITA, hingga Perhimpunan Pramuwisata DIY.
Tujuannya jelas yaitu membangun sinergi agar jamu hadir di hotel, restoran, hingga kegiatan resmi pemerintahan.
“Kami berharap minuman biasa dapat diganti dengan jamu, sehingga manfaat dan keunikannya dirasakan lebih luas,” tambah Prof. Nyoman.
Fokus pada Promosi dan Edukasi
Jika sebelumnya perhatian lebih banyak diberikan pada produksi dan pembinaan pengusaha jamu, kali ini fokus utama adalah promosi. Pengetahuan masyarakat tentang manfaat jamu masih rendah, sehingga edukasi menjadi kunci.
Baca Juga : Dewan Jamu Indonesia DIY Menggelar Rapat di Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Ini Yang Dibahas
“Banyak pengusaha jamu kini aktif mengikuti pameran, dan masyarakat mulai menunjukkan minat membeli. Kuncinya adalah membangun kepercayaan melalui informasi yang benar,” tegas Prof. Nyoman.
Jamu sebagai Daya Tarik Wisata
Dengan langkah ini, jamu diharapkan tidak hanya menjadi minuman kesehatan, tetapi juga daya tarik wisata khas Yogyakarta.
Wisatawan dapat merasakan pengalaman budaya sekaligus memperoleh manfaat kesehatan. Jamu pun berpotensi menjadi ikon hospitality, memperkuat citra DIY sebagai pusat budaya dan kesehatan tradisional. (cdr)
