JAKARTA, BERNAS.ID – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino, menyoroti lambannya pemulihan permukaan jalan dalam proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Ia menegaskan, proyek strategis tidak boleh mengorbankan kenyamanan dan keselamatan warga.
Menurut Wibi, masih banyak galian proyek JSDP yang tidak segera ditutup, sehingga memicu kemacetan dan membahayakan pengguna jalan.
“JSDP ini proyek besar dan tujuannya baik. Tapi jangan sampai justru menimbulkan kemacetan berkepanjangan karena lubang galian tidak ditangani dengan cepat,” kata Wibi.
Baca Juga : Fraksi PAN DPRD DKI Soroti Lonjakan KUA-PPAS APBD 2026 Rp 95,3 Triliun
Ia menyoroti kondisi di kawasan Jembatan Besi, termasuk jalur busway, yang disebutnya sudah hampir dua tahun belum sepenuhnya dipulihkan.
“Di Jembatan Besi, terutama jalur busway, pekerjaannya berlarut-larut. Ini bukan masalah teknis biasa, tapi lemahnya pengendalian proyek. Saya sudah pernah melaporkan, tapi belum ada penyelesaian jelas,” ujarnya.
Wibi menilai persoalan utama terletak pada buruknya koordinasi antara pelaksana pekerjaan bawah tanah dan pihak yang bertanggung jawab menutup kembali permukaan jalan.
Baca Juga : Manggarai Kembali Tawuran, DPRD DKI Dorong Evaluasi Bansos Keluarga Pelaku
“Yang menggali harus bertanggung jawab menutup. Jangan berlindung di balik alasan beda kontraktor sementara warga menanggung macet dan risiko kecelakaan,” tegasnya.
Ia menegaskan, status PSN tidak boleh membuat proyek kebal dari evaluasi.
“Justru karena ini proyek strategis nasional, pengawasannya harus lebih ketat. Jangan sampai proyek yang baik rusak citranya karena pelaksanaan di lapangan yang semrawut,” kata Wibi.
DPRD DKI, lanjutnya, akan meminta penjelasan resmi dari dinas terkait mengenai titik-titik galian yang belum dipulihkan, termasuk di Jembatan Besi, serta menuntut kejelasan jadwal penyelesaian.
“Jakarta harus tertata. Bukan digali lalu dibiarkan. Warga berhak atas jalan yang aman dan lancar,” pungkasnya. (DID)
