JAKARTA, BERNAS.ID – Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA) menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Program Sarjana Tahun Akademik 2025/2026 di Royal Palm Hotel, Cengkareng, Senin (13/4/2026). Sebanyak 62 mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Sistem Informasi resmi diwisuda.
Dalam rangkaian wisuda, dibacakan Surat Keputusan Rektor Universitas Mahakarya Asia Nomor 10/SK/UNMAHA/1/2026 tentang penetapan wisudawan berpredikat cum laude. Sebanyak 21 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dinyatakan lulus dengan predikat tersebut pada semester ganjil 2025/2026.
Baca Juga : UNMAHA Luncurkan Beasiswa Kemerdekaan untuk Generasi Muda di Tiga Kota
Selain itu, melalui SK Nomor 11/SK/UNMAHA/1/2026, ditetapkan wisudawan terbaik, yakni Rinda Yuriska dengan IPK 3,84 dan Saifuddin dengan IPK 3,84. Kedua keputusan tersebut berlaku sejak 27 Januari 2026 dan ditandatangani oleh Rektor UNMAHA, Tri Atmodjowati.

Capaian menarik dalam wisuda kali ini adalah tingginya serapan lulusan di dunia kerja. Rektor UNMAHA, Ir. Tri Atmodjowati M.M, menyebutkan sekitar 95 persen wisudawan telah bekerja sebelum resmi diwisuda.
“Ini menunjukkan lulusan kami siap terjun ke dunia industri karena dibekali pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi langsung dengan dunia kerja,” kata Tri dalam sambutannya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut didukung oleh berbagai program unggulan kampus seperti project-based learning, teaching factory, serta kerja sama dengan industri melalui skema beasiswa dan program CSR.
Dalam kesempatan yang sama, UNMAHA juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra, di antaranya PT Citra Sukses Analis (CSA Institute), Universitas Bina Sarana Informatika, serta beberapa institusi lain, termasuk mitra internasional.
Baca Juga : Perkuat Hubungan Indonesia–Jepang, Astage dan UNMAHA Dirikan Japan Center
Kerja sama ini membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa, mulai dari program magang, sertifikasi, hingga penempatan kerja di dalam dan luar negeri. UNMAHA bahkan menargetkan pengiriman mahasiswa untuk program kerja ke Jepang, Malaysia, hingga Amerika Serikat.
Tri juga menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi era kecerdasan buatan (AI). Ia mengingatkan agar teknologi dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia.
“AI harus digunakan secara bijak. Lulusan harus tetap memiliki kemampuan analisis dan berpikir kritis,” katanya.

Ketua Yayasan Cendekia Indonesia Sleman, Putu Putrayasa, turut menegaskan bahwa lulusan saat ini harus terus meningkatkan kompetensi, terutama dalam pemanfaatan teknologi dan sertifikasi keahlian.
“Ke depan, persaingan bukan hanya soal ijazah, tapi juga kemampuan dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi,” ujarnya.
Sementara itu, wisudawati terbaik Program Studi Sistem Informasi, Rinda Yuriska, mengajak para lulusan untuk terus berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat.
“Gelar ini bukan akhir, melainkan awal untuk berkarya dan memberi manfaat. Kita harus mampu memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan,” tuturnya.
Wisuda tahun ini mengusung tema “Lulusan Unggul Berbasis AI untuk Smart Nation: Sinergi Teknologi, Budaya, dan Energi Menuju Humanity di Era Global”, yang menegaskan komitmen UNMAHA dalam mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. (DID)
