Palu, Bernas.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyatakan kesiapan mempercepat penyelesaian tapal batas desa melalui program bantuan Bank Dunia yang dijalankan pemerintah pusat.
Kepala Bidang Penataan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulawesi Tengah, Emy, S.Sos, MM, mengatakan hal tersebut merupakan hasil pembahasan dalam kick off meeting di Manado bersama pemerintah pusat dan sejumlah daerah.
“Pak Dirjen menyampaikan bahwa dalam satu tahap program dari 2026 sampai 2030 akan ada sekitar 5.000 desa yang diselesaikan tapal batasnya melalui bantuan Bank Dunia,” kata Emy, Senin (11/5/2026).
Menurut dia, pada 2026 pemerintah pusat menargetkan penyelesaian tapal batas bagi 1.500 desa di Indonesia. Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Sulawesi Tengah akan mengusulkan tambahan 10 kabupaten agar masuk dalam program percepatan penegasan batas desa.
Saat ini, dua daerah di Sulawesi Tengah, yakni Kabupaten Donggala dan Kabupaten Tolitoli, telah lebih dahulu masuk sebagai pilot project nasional.
Emy mengatakan, peluang penambahan kabupaten penerima program masih terbuka apabila ada daerah lain yang belum siap menjalankan program akibat keterbatasan anggaran.
“Kalau ada provinsi atau kabupaten yang tidak siap karena efisiensi anggaran, Sulawesi Tengah siap menerima tambahan bantuan itu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kesiapan Sulawesi Tengah dinilai cukup matang. Dari total 1.842 desa di Sulteng, sebanyak 199 desa di 28 kecamatan telah memiliki regulasi sah dan masuk dalam sistem penginputan data.
Menurut Emy, penegasan batas desa penting dilakukan untuk mencegah konflik wilayah dan sengketa administrasi yang berpotensi merugikan masyarakat.
“Kalau batas desa sudah jelas dan memiliki dasar hukum, masyarakat bisa lebih aman dan tenteram,” katanya.
Emy juga mengimbau masyarakat desa agar menjaga keamanan dan kerukunan serta mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur pemerintahan desa dan kecamatan.
“Kalau ada masalah, sebaiknya disampaikan ke aparatur desa, kecamatan, atau dinas terkait agar bisa diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan konflik,” ujar dia.
