SLEMAN, BERNAS.ID – Guna memperkuat pengembangan UMKM dan mendorong perluasan digitalisasi sistem pembayaran di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (KPw BI DIY) kembali menyelenggarakan Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026.
Grebeg UMKM ini telah konsisten diselenggarakan sejak tahun 2017 sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas, perluasan akses pasar, dan peningkatan daya saing UMKM DIY. Memasuki satu dasawarsa penyelenggaraan, Grebeg UMKM kembali disinergikan dengan DJAMUAN Istimewa (Digitalisasi Jogja untuk Semua nan Istimewa) guna memperluas akseptasi pembayaran digital sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni”, Grebeg UMKM XDJAMUAN Istimewa 2026 mencerminkan semangat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong UMKM yang semakin sejahtera, tangguh,dan berdaya saing. Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap pelaksanaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, Festival Ekonomi Syariah (FESyar), serta Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).
Seremoni Pembukaan Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026 diselenggarakan pada Jumat, 5 Juni 2026 di Atrium Jogja City Mall Yogyakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia Bapak Ricky P. Gozali, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, Ketua Harian Dekranasda DIY GKBRAA Paku Alam X, jajaran Forkopimda DIY, pimpinan lembaga vertikal dan organisasi perangkat daerah, pimpinan satuan kerja Bank Indonesia baik dari Kantor Pusat maupun Kantor Perwakilan, perbankan, asosiasi, akademisi, komunitas, pelaku usaha, serta berbagai mitra strategis lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan bahwa perekonomian DIY pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,84 persen (yoy), sekaligus menempatkan DIY sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Pulau Jawa. ” Yang mencerminkan ketahanan dan daya saing ekonomi DIY yang terus menguat ditengah dinamika perekonomian nasional maupun global,” katanya.
Sejalan dengan tema “Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni”, penyelenggaraan Grebeg UMKM dan DJAMUAN Istimewa menjadi penegasan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada besarnya potensi yang dimiliki, tetapi juga pada kemampuan untuk menghubungkan potensi tersebut agar memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Wakil Gubernur DIY juga menekankan pentingnya peran UMKM sebagai salah satu penggerak utama ekonomi daerah.
“Oleh karena itu, koordinasi lintas lembaga, sinergi antar pemangku kepentingan, serta dukungan terhadap penguatan kapasitas dan daya saing UMKM perlu terus diperkuat dan diperluas secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Baca juga: Grebeg Syawal Kraton Jogja Tahun ini Digelar Terbatas
Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia Bapak Ricky P. Gozali menyampaikan bahwa Grebeg UMKM telah menjadi strategic regional program Bank Indonesia DIY yang secara konsisten mendukung pengembangan UMKM selama satu dasawarsa. Bank Indonesia terus mendorong penguatan UMKM melalui peningkatan kualitas dan standardisasi UMKM, penguatan konektivitas dengan ekosistem digital dan pembiayaan formal, serta promosi UMKM dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.
Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia juga menyampaikan bahwa perkembangan digitalisasi sistem pembayaran di DIY menunjukkan tren yang positif. Hingga April 2026, jumlah pengguna QRIS di DIY mencapai lebih dari 1,08 juta pengguna dengan jumlah merchant mencapai lebih dari 1,11 juta merchant. Transaksi QRIS di DIY selama tahun 2026 pun tercatat tumbuh signifikan mencapai 198 juta transaksi atau tumbuh 62,19 persen (yoy).
Sebagai wujud implementasi tema Nyawiji, rangkaian Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026 pada tanggal 5 hingga 7 Juni 2026 menghadirkan berbagai pameran dan kegiatan yang saling melengkapi, antara lain pameran UMKM sektor fashion, food,craft dan Pasar Kangen Digital & Halal dengan menghadirkan sebanyak 260 UMKM, kegiatan Capacity Building Millennial Batik, Latte Art Competition, Kompetisi Robotika, Lomba Bankers Wear Wastra, Talkshow Pengembangan UMKM, sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah, QRIS, dan Perlindungan Konsumen, serta berbagai kegiatan edukasi dan kompetisi yang terbuka bagi masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, perbankan, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan UMKM DIY.
Melalui penyelenggaraan Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah DIY berharap dapat memperluas akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM, meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat digitalisasi transaksi, serta mendorong terciptanya jejaring bisnis yang lebih luas. Kegiatan ini juga diharapkan semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal dan memperkuat kontribusi UMKM sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi DIY yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (den)
