Bernas.id ? Seberapa seringnya kalian mengucek mata? Ketika bangun tidur, ketika mata perih dan gatal, atau ketika mengantuk? Hal itulah yang membuat kita biasanya mengucek mata. Tidak banyak yang tahu jika terlalu sering mengucek mata akan menyebabkan masalah kesehatan buruk pada mata.
Sebenarnya mengucek mata adalah cara untuk merangsang air mata keluar dan kemudian melumasi mata yang kering. Tindakan ini akan membantu mata menghilangkan debu serta zat yang mengiritasi lainnya yang mungkin masuk ke mata. Ada yang mengatakan keluarnya air mata dianggap bisa mengurangi rasa stres. Ketika kita menekan area mata, maka akan merangsang saraf vagus, saraf yang ada di sekitar mata yang bekerja memperlambat denyut jantung sehingga kita bisa merasa lebih rileks.
Mengucek mata sebenarnya boleh saja, asal tidak keseringan dan lakukan hanya sekali atau dua kali gerakan saja. Seperti halnya anjuran dari pemerintah agar tidak mengucek mata untuk mencegah terinfeksi virus corona yang sedang melanda dunia. Namun, ada atau tidak ada pandemi Covid19, sebaiknya jangan terlalu sering mengucek mata. Beberapa akibat yang bisa terjadi karena tindakan tersebut antara lain:
Blepharitis atau Infeksi Mata. Kenapa kita dianjurkan untuk tidak mengucek mata? Tangan yang menyentuh mata bisa jadi terdapat bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan mata infeksi. Mata dilindungi membran berlendir yang berfungsi menjaga kelembapan mata, dan tempat ini sangat disukai bakteri atau parasit sebagai tempat tinggalnya. Bakteri bisa dari barang dan binatang yang kita sentuh. Jadi pastikan ketika mengucek mata tangan kalian sudah bersih dari bakteri sehingga kemungkinan terinfeksi sangat kecil.
Glaukoma adalah penyakit pada mata yang diakibatkan oleh rusaknya sel saraf mata. Kerusakan saraf mata bisa terjadi karena adanya peningkatan tekanan pada mata, yang bisa disebabkan dari aktivitas mengucek mata yang terlalu keseringan.
Perubahan Bentuk Pada kornea. Keratoconus adalah gangguan yang terjadi pada kornea mata yang berubah bentuk. Pada mata normal, kornea berbentuk seperti kubah dan terkadang berbentuk seperti bola. Sedangkan pada penderita keratoconus, sel-sel kornea rusak sehingga tidak bisa menahan bentuknya dan berubah seperti bentuk kerucut karena kornea menonjol keluar. Kondisi ini membuat penderitanya susah melihat jika tidak menggunakan alat bantu berupa lensa kontak atau kacamata.
Lalu bagaimana ketika mata kita terasa perih, jika tidak dengan menguceknya?
Mata perih didefinisikan sebagai sensasi terbakar, nyeri menusuk, atau seperti ada benda asing pada organ mata. Penyebab mata perih bisa terjadi karena beberapa hal seperti: iritasi, terpapar debu dan asap, mata kering, mata lelah, serta faktor genetik.
Untuk mengatasi rasa perih pada mata adalah sebagai berikut:
- Jika mata gatal, jangan menguceknya tatpi gunakan obat tetes mata atau bisa juga dengan mengompres dengan air hangat. Hal itu akan membuat rasa perih akan mereda.
- Jika kalian mengucek mata karena stres, tinggalkan aktivitas yang membuat stres lalu mengalihkan pandangan ke tempat yang menyejukkan. Hal ini akan membuat mata kembali rileks karena otot-otot mata telah mengendur.
- Gunakan kacamata untuk melindungi mata dari paparan debu.
Penggunakan kacamata tidak harus bagi mereka yang memiliki kelainan pada mata, ya? Mata normal pun bisa menggunakan kacamata, tentunya harus kacamata untuk mata normal. Dalam pemilihan kacamata sebaiknya memilih yang kualitasnya bagus dan mampu meringankan serta melindungi mata.
Kacamata K-ion Nano adalah solusi tepat untuk meremajakan mata. Kacamata yang terdapat Anion atau energi negatif dari mineral yang ditanam pada frame, mampu memancarkan oksigenasi lebih banyak. Kita tahu bahwa oksigen mampu melancarkan peredaran sirkulasi darah sehingga mata akan lebih segar dan tidak cepat lelah. Segera dapatkan kacamata K-ion Nano untuk kesehatan mata kalian! Dan menangkan kesempatan mendapatkan secara gratis! Cek di sini untuk informasi selengkapnya!
