Palu, Bernas.id– Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan proses pemulangan jemaah haji asal Sulawesi Tengah akan dimulai pada 18 Juni 2026 secara bertahap dari Madinah, Arab Saudi, menuju Tanah Air.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tengah, H. Muchlis, S.Ag., M.Pd., mengatakan kelompok terbang (kloter) pertama Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Kloter BPN 9 akan bertolak dari Madinah pada 18 Juni 2026 pukul 19.00 waktu setempat.
“Jemaah Kloter BPN 9 dijadwalkan tiba di Balikpapan pada 19 Juni pukul 13.40 Wita dan selanjutnya masuk Asrama Haji. Kemudian pada 20 Juni mereka diterbangkan ke Palu dalam dua penerbangan,” kata Muchlis.
Ia menjelaskan, penerbangan pertama dari Balikpapan menuju Palu dijadwalkan pukul 07.15 Wita, sedangkan penerbangan kedua pukul 10.55 Wita.
Selanjutnya, Kloter BPN 10 akan berangkat dari Madinah pada 20 Juni 2026 dan tiba di Balikpapan pada 21 Juni pukul 02.30 Wita. Jemaah pada kloter ini tidak menginap di Balikpapan dan langsung diberangkatkan ke Palu pada hari yang sama melalui dua penerbangan, yakni pukul 13.30 Wita dan 17.10 Wita.
Sementara itu, Kloter BPN 11 dijadwalkan berangkat dari Madinah pada 21 Juni dan tiba di Balikpapan pada 22 Juni. Jemaah kemudian diterbangkan ke Palu pada 23 Juni melalui dua jadwal penerbangan.
Adapun Kloter BPN 12 akan meninggalkan Madinah pada 23 Juni, tiba di Balikpapan pada 24 Juni dini hari, dan diberangkatkan ke Palu pada hari yang sama.
Pemulangan jemaah haji Sulawesi Tengah akan ditutup oleh Kloter BPN 13 yang berangkat dari Madinah pada 24 Juni, tiba di Balikpapan pada 25 Juni, dan dijadwalkan tiba di Palu pada 26 Juni 2026.
Muchlis berharap seluruh rangkaian pemulangan berlangsung aman dan lancar tanpa kendala berarti. Ia juga mengingatkan para jemaah agar tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan pulang yang cukup panjang.
Menurutnya, meskipun puncak ibadah haji telah selesai dilaksanakan, jemaah masih harus menyempurnakan rangkaian ibadah dengan melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan sebelum meninggalkan Tanah Suci.
“Tetap jaga kesehatan dan sempurnakan seluruh rangkaian ibadah. Tawaf wada merupakan bagian penting sebelum meninggalkan Makkah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muchlis menegaskan bahwa keberhasilan ibadah haji tidak hanya diukur saat berada di Tanah Suci, tetapi juga tercermin setelah kembali ke Indonesia.
Ia berharap para jemaah dapat menjadi teladan di tengah masyarakat melalui perubahan sikap, perilaku, dan peningkatan kualitas kehidupan beragama sebagai wujud haji yang mabrur.
“Kemabruran haji sesungguhnya terlihat setelah kembali ke tanah air. Ketika ada perubahan ke arah yang lebih baik dan mampu menjadi contoh bagi masyarakat, itulah tanda-tanda haji yang mabrur,” katanya.
Sebanyak lima kloter jemaah haji Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Kloter BPN 9 hingga BPN 13 dijadwalkan kembali ke daerah masing-masing secara bertahap mulai 20 hingga 26 Juni 2026 melalui embarkasi Balikpapan.
