BERNAS.ID – Membangun sebuah bisnis memang menjadi mimpi seluruh masyarakat milenial. Sebagian besar dari kaum millenial menginginkan untuk kerja secara mandiri dan tidak dibatasi dengan peraturan kantor yang mengikat. Namun, sebaliknya bagi kaum wirausahawan menjalankan bisnis startup tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Banyak hal dan rintangan yang harus dihadapi oleh para wirausahawan, seperti modal serta strategi bisnis yang akan dijalankan. Salah-salah mengontrol keuangan dan strategi bisnis, bisa-bisa bikin bisnismu anjlok dan malah rugi.
Bahkan biasanya sepertiga dari startup baru gulung tikar dalam waktu dua tahun pertama, dan 50% yang bertahan, akan gulung tikar dalam lima tahun.
Baca juga: Inilah Perbedaan Founder, Co-Founder, Owner, CEO, dan COO dalam Perusahaan
Sebelum Anda memantapkan diri untuk menjadi wirausaha dan membuka usaha startup Anda sendiri, ada baiknya Anda pikirkan beberapa biaya yang harus dipertimbangkan sebelum membuka sebuah bisnis. Apa saja biayanya? Mari kita ulas satu per satu!
1. Peralatan Bisnis
Percayalah bahwa semua jenis bisnis akan membutuhkan peralatan bisnis. Bahkan ketika Anda menjalankan bisnis online, Anda harus memiliki beberapa perangkat untuk menjalankan bisnis Anda, misalnya saja PC, laptop, atau smartphone untuk berkomunikasi, kertas dan pulpen serta alat pembayaran. Hal-hal seperti ini tampaknya sepele, namun sangat krusial jika Anda mengindahkannya.
Apalagi jika Anda ingin mendirikan bisnis kuliner yang mengharuskan untuk menyiapkan beberapa peralatan bisnis, seperti cangkir plastik/gelas/gelas plastik, mesin pembuat makanan atau minuman, dan lain-lain.
Cobalah dari sekarang untuk menyusun daftar barang-barang apa saja yang diperlukan jika Anda ingin membangun sesuatu. Susunlah dengan rapi dalam program Excel lalu buatlah sebuah riset mengenai harga dari barang-barang tersebut.
2. Ruang Kantor
Pada titik tertentu, bisnis Anda akan tumbuh dan dan berekspansi. Ekspansi sendiri merupakan salah satu standar pertumbuhan suatu startup. Dengan ruang kantor, Anda bisa dengan leluasa mengembangkan bisnis bersama kolega dan karyawan lainnya. Kisaran kantor berada dalam harga Rp 10juta hingga Rp 1 miliar tergantung pada ukuran kantor serta layanan yang Anda berikan.
3. Biaya Legal
Pengusaha membutuhkan pengacara dan notaris untuk membantu sejumlah masalah hukum yang biasanya dihadapi. Contohnya, pembentukan dan penggabungan bisnis. Biaya legal juga dibutuhkan untuk melindungi hak kekayaan intelektual perusahaan untuk melakukan bisnis.
Pasalnya biaya pengacara maupun notaris tidak murah, meskipun mereka adalah aset untuk menghadapi hambatan hukum. Biaya hukum pun dapat bertambah dengan cepat dari waktu ke waktu, dan membuat pengusaha enggan.
Untuk menyiasatinya, pemilik startup bisa meneliti dokumen online sebagai langkah awal perencanaan hukum. Dengan menyelesaikan 90% dokumen secara online, maka pengacara bisa menyelesaikan sisanya.
4. Pajak
Selain masalah hukum, perpajakan pun menjadi hal yang perlu diperhatikan pengusaha. Jumlah pajak yang harus dibayarkan biasanya membuat pengusaha terkejut, karena tidak mudah. Jika belum mendapatan keuntungan besar, kemungkinan startup masih menanggung utang pajak.
Untuk itu, diperlukan kerja sama dengan akuntan dalam setahun penuh. Dengan begitu, dapat dipastikan Anda memanfaatkan semua pengurangan pajak yang tersedia untuk menurunkan tagihan pajak. Sebuah startup pun perlu memiliki strategi pajak yang sehat, dan memaksimalkan jumlah uang yang harus diinvestasikan kembali setiap tahunnya.
Baca juga: 4 Keahlian yang akan Dikuasai ketika menjadi Founder Startup
5. Bunga dan Pendanaan
Untuk memulai usaha, biasanya pinjaman menjadi pilihan untuk membiayai impian mereka. Namun seringkali pengusaha lupa memperhitungkan pembayaran bunga saat memutuskan mengambil pinjaman. Pasalnya pinjaman terlihat tepat dan mudah untuk menyuntikan uang tunai ke startup. Bahkan National Small Business Association di Amerika Serikat memperkirakan 69% usaha kecil menggunakan modal pinjaman atau jenis pembiayaan lain.
Pemilik startup harus mempertimbangkan tingkat bunga yang bervariasi, tergantung dari jenis pinjaman. Jangan sampai harus membayar bunga yang tidak terduga. Pastikan membaca secara rinci sebelum berencana mengambil pinjaman.
6. Marketing
Aspek terpenting dalam memperkenalkan bisnis Anda adalah dengan strategi marketing yang tepat. Hal tersebut membuat Anda perlu untuk membuat kartu nama, spanduk, dan beberapa perlengkapan pemasaran lainnya. Selain itu, Anda bisa menggunakan iklan berbayar.
Namun, menurut beberapa konsultan, Anda tidak boleh banyak mengeluarkan uang untuk marketing. Bahkan, mereka merekomendasikan agar total biaya pemasaran berada di bawah 10 persen dari anggaran. Hal ini dikarenakan tak semua strategi dapat berhasil sehingga Anda bisa memiliki sedikit tabungan untuk melakukan marketing lainnya. Di era teknologi ini, Anda bisa menggunakan media sosial untuk menjangkau audiens target Anda.
7. Penyusutan
Untuk startup yang menyediakan produk dapat mengalami penyusutan yang mengejutkan. Dibutuhkan perhitungan sendiri untuk mencegah penyusutan, seperti menentukan produk mana yang lebih cepat susut.
Bahkan Survei National Retail Security Survey 2016 menyatakan biaya penyusutan perusahaan di AS menyusut sekitar US$ 45 miliar setiap tahunnya. Penyusutan dapat terjadi karena pencurian oleh konsumen, karyawan, dan kesalahan. Pemilik startup ritel perlu mempertimbangkan untuk memasang sistem keamanan memperkerjakan cukup banyak orang untuk mengawasi pelanggan dan melatih karyawan untuk mencari tanda pencurian. Selain itu bisnis e-commerce harus memiliki sistem audit yang tepat untuk mencegah kesalahan dan kehilangan produk.
Bagi Anda yang berencana menekuni bisnis yang menguntungkan seperti bisnis properti misalnya, kini ada inovasi terbaru yang memungkinkan Anda menjadi agen properti sukses dengan cara yang mudah dan efisien. Bernas Group melalui Viral Property menyelenggarakan program Gotong Royong Digital yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan komisi dari properti di seluruh Indonesia tanpa harus repot terjun langsung ke lapangan. Daftarkan diri Anda segera melalui link berikut ini: https://bernas.info/ViralProperty. (tds)
Salah satu produk properti paling dicari adalah rumah Jogja murah DP 5 persen angsuran 20 tahun. Nilai propertinya terus meningkat sehingga cocok dijadikan instrumen investasi dan hunian sekaligus. Dengan DP ringan dan jangka waktu angsuran yang lama, mudah bagi Anda untuk memilikinya.
Baca juga: Investasi Kavling Menguntungkan – Siap Terima SHM Cuma 60 Jutaan – 3 Km ke Pusat Bogor Timur
