YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Banyak bukti yang menunjukan bahwa Yogyakarta merupakan destinasi wisata yang paling menarik di Indonesia, selain Bali, Lombok, Labuan Bajo, ataupun daerah lainnya. Yogyakarta mempunyai tempat wisata yang sangat lengkap, seperti candi, gunung, benteng dan lain sebagainya. Ada pula berbagai pantai yang sangat indah di sebelah selatan Yogyakarta. Yogyakarta juga mempunyai wisata alam yang indah , juga banyak kegiatan wisata yang dapat menciptakan sebuah pengalaman yang menarik selama berwisata di Yogyakarta. Wisata pengalaman ini yang sedang dikembangkan di Yogyakarta dengan banyaknya kegiatan atraksi ,tradisi dan budaya. Kuliner pun menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke Yogyakarta.
Dengan banyaknya tempat wisata yang dapat dikunjungi dan menjadi daya tarik para wisatawan domestik maupun manacanegara, Dinas Pariwisata Provinsi DIY bekerjasama dengan DPD ASITA DIY dan BPD PHRI DIY untuk ke sebelas kalinya menyelenggarakan Jogja International Travel Mart ( JITM ) di kota Yogyakarta, kali ini dengan mengusung tema ?Jogja Cultural Experiences ?. Dengan tema ini diharapkan kerjasama antara Otoritas Pariwisata Yogyakarta (Dinas Pariwisata DIY), Asosiasi Lembaga Tour & Travel Indonesia Yogyakarta (ASITA Yogyakarta) dan Asosiasi Hotel & Restoran Indonesia Yogyakarta (PHRI Yogyakarta), memiliki kehormatan untuk menjadi tuan rumah kembali acara B2B Jogja International Travel Mart (JITM) 2019 dan saling mendukung utnuk menciptakan Yogyakarta sebagai sebuah destinasi wisata dengan keanekaragaman kegiatan budaya dan tradisi yang dapat menciptakan sebuah pengalaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta. Dengan makin banyaknya pihak yang berpartisipasi pada kegiatan ini, diharapkan pelaku pasar pariwisata yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya dapat lebih mengembangkan strategi kreatif serta kesempatan untuk memperluas pasar baru dikelas Internasional.
Kegiatan Jogja International Travel Mart bertujuan untuk memberikan opportunities bisnis bagi Seller maupun Buyer. Event ini diikuti oleh agen-agen perjalanan, hotel, restoran, objek wisata dan stakeholder lainnya yang sudah terkemuka di Yogyakarta dan sekitar Jawa Tengah. Jogja International Travel Mart merupakan satu satunya ajang travel mart Internasional yang diselenggarakan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan upaya kolaboratif antara Dinas Pariwisata Provinsi DIY, ASITA, dan PHRI, menghubungkan para pembeli internasional dengan penjual produk pariwisata di Yogyakarta.
Selama sebelas tahun keberadaan kegiatan Jogja International Travel Mart, telah berhasil mengundang 1163 Buyers ( 373 Domestic Buyers dan 790 International Buyers ) dari berbagai negara dan 760 Sellers dari area Yogyakarta dan sekitarnya. Program Jogja International Travel Mart 2020 meliputi Welcome Dinner yang akan diadakan pada tanggal 30 Maret 2020 di Candi Prambanan, B2B (Business To Business) networking meeting yang akan diadakan pada 31 Maret 2020, dan 1 April 2020 diadakan berbagai kegiatan social functions, serta educational trip untuk para Buyers. Sahid Jaya Hotel & Convention Center Yogyakarta akan menjadi lokasi berlangsungnya agenda utama dari kegiatan ini, yaitu Pertemuan Bisnis Buyers dan Sellers (Table Top) pada tanggal 30 Maret 2020. Kurang lebih 120 Buyers yang akan didatangkan di kegiatan Travel Mart berasal dari 24 negara termasuk Indonesia dan negara lainnya, yaitu: Malaysia, Singapura, Philipina, Vietnam, India, Polandia, Belanda, Jepang, Korea, Eropa, Amerika Serikat dan masih banyak lagi. Perbandingan buyers yang diundang 62% buyers International dan 36% buyers Domestic. Sedangkan 75 Sellers yang akan berpartisipasi adalah terdiri dari Agen Perjalanan, Hotel, dan Restoran,
JITM 2020 yang mentargetkan 75 Seller hingga akhir penutupan. Dan Buyer ditargetkan dapat dihadiri 100-120 Buyers. Untuk tahun ini akan menggunakan metode round robbin, yang mana konsep B2B Networking Meeting yang akan dilakukan adalah dengan dipertemukannya para Buyers dan Sellers melalui metode bertatap muka singkat untuk saling memperkenalkan produk dan jasa masing-masing. Apabila merasa memiliki kecocokan bisnis maka mereka diberikan kesempatan untuk menggali lebih dalam kemungkinan kerja samanya melalui kegiatan-kegiatan informal yang difasilitasi, misalnya melalui networking lunch di lokasi Table Top maupun networking dinner yang kedua di Heha – Sky View Restaurant. Di hari berikutnya, para Hosted Buyers akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan educational trip dengan memilih antara berkunjung ke Candi Borobudur, Keraton dan Malioboro. Kegiatan ini bertujuan selain mengenalkan highlight dari pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, juga untuk memperkenalkan obyek wisata lainnya. Dan di akhir acara akan ditutup oleh Closing Dinner yang akan diadakan pada tanggal 1 April 2020 di Bogeys Terrace, Hyatt Regency Yogyakarta.
Edwin Ismedi, selaku Ketua JITM 2020 mengatakan bahwa JITM tahun ini diajukan di bulan Maret bersamaan dengan event Jogja Heboh yang diselenggarakan pada mulai Januari ? Maret 2020, dan JITM ini merupakan peluang menarik untuk menandai kehadiran keterlibatan seluruh pelaku pariwisata di industri pariwisata di Yogyakarta bergerak bersama untuk mempromosikan Yogyakarta sebagai destinasi wisata yang menarik dan menjadikan Yogyakarta sebagai Jogjakarta Cultural Experiences untuk wajah baru Yogyakarta dan meningkatan jumlah kunjungan wisatawan 2 juta orang ke Yogyakarta di tahun 2020 ini. Selain itu JITM sebagai penunjang fasilitas bisnis wisata, jangan dilewatkan kesempatan besar untuk meluncurkan atau mempromosikan perjalanan bisnis yang dimiliki.
Dia juga menambahkan bahwa pemilihan buyers pada tahun ini sangat selekstif sehingga dapat menumbuhkan minat Seller untuk berpatisipasi di JITM 2020. Buyers merupakan tour operator Internasional yang merupakan key feeder & emerging markets untuk Daerah Istimewa Yogyakarta baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Pada tahun ini, kami mengundang 120 buyers dari 24 negara. Kami optimis mengenai angka yang diproyeksikan bahwa setiap buyers yang diundang dapat menghasilkan rata-rata transaksi 300 juta. Jadi dengan mengundang 120 buyers, estimasi nilai transaksi dapat diperkirakan mencapai sekitar lebih dari 40 miliar. Dan penyelenggaraan JITM dari tahun ke tahun tetap akan mendukung kenaikan di bidang pariwisata khususnya di Yogyakarta dan sekitarnya. (cdr)
