JAKARTA, BERNAS.ID – Jakarta Experience Board (JXB)/PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) menetapkan 2026 sebagai tahun penguatan bisnis pariwisata, aktivasi ruang publik, dan sektor perhotelan. Langkah ini melanjutkan capaian positif sepanjang 2025.
Sepanjang 2025, JXB mencatat kenaikan pendapatan usaha sebesar 84,1 persen. Kontribusi terbesar berasal dari lini pariwisata yang tumbuh hingga 546,11 persen. Peningkatan ini didorong oleh aktivasi ruang publik dan penyelenggaraan 25 event nasional dan internasional, seperti SEA V League, Karnaval HUT RI ke-80, Festival Film Indonesia, Jakarta Future Festival, serta Abang None Jakarta.
Baca Juga : JXB Tingkatkan Level Perusahaan Perkuat Bisnis Pariwisata dan Aktivasi Ruang Publik di 2025
Di sektor perhotelan, JXB merampungkan rebranding dua unit hotel. The Tavia Riverside Resort & Convention (sebelumnya Grand Cempaka Resort) kini hadir sebagai resort terpadu berkonsep leisure dan MICE. Sementara The Tavia Rumabatavi (sebelumnya d’Arcici Plumpang) tampil dengan sentuhan budaya Betawi.
Memasuki 2026, JXB menyiapkan sejumlah strategi lintas sektor. Di bidang perhotelan, perusahaan akan mengoptimalkan The Tavia Heritage Hotel serta memperkuat positioning dua hotel yang telah direbranding. Konsep mix-commercial hotel akan diterapkan, khususnya di The Tavia Riverside Resort & Convention, dengan integrasi restoran tematik, training camp, glamping, hingga venue hiburan dalam satu kawasan untuk membuka sumber pendapatan baru.
Di sektor pariwisata, JXB memfokuskan tiga program utama, yakni penguatan aktivasi ruang publik dengan mengoptimalkan ikon-ikon Jakarta sebagai ruang kolaborasi kreatif. Selain itu, kualitas penyelenggaraan event akan ditingkatkan melalui festival, konser musik, pameran, pertunjukan visual, hingga kegiatan perfilman berskala nasional dan internasional. Strategi ini diarahkan agar ruang publik menjadi urban stage yang hidup dan memberi dampak ekonomi bagi daerah.
Baca Juga : JCWF 2025 Kolaborasi Pelaku Pariwisata dengan Komunitas Lokal
JXB juga mengembangkan program Filming in Jakarta, platform yang mempermudah proses produksi film di Ibu Kota. Inisiatif ini ditujukan untuk mendorong promosi Jakarta sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif menuju Jakarta sebagai kota sinema.
Direktur Utama JXB, Yunn Bali Mohammad Yusuf, mengatakan capaian 2025 menjadi pijakan untuk fase konsolidasi dan ekspansi pada 2026.
“Capaian 2025 menjadi pijakan bagi kami untuk melangkah lebih progresif pada 2026. Fokus kami memperkuat aktivasi ruang publik, meningkatkan kualitas event internasional, serta mengoptimalkan Filming in Jakarta sebagai pintu masuk industri kreatif global,” ujarnya.
Sebagai BUMD milik Pemprov DKI Jakarta yang bergerak di bidang perhotelan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, JXB menegaskan komitmennya pada transformasi digital serta penguatan SDM dan sistem IT agar strategi yang dijalankan efektif dan berdampak luas bagi ekosistem pariwisata Jakarta. (DID)
