YOGYA, BERNAS.ID – Perumda PDAM Tirtamarta Yogyakarta siap menaikkan tarif layanan air mulai tahun 2020. Ini untuk menunjang peningkatkan layanan yang dirasa hingga kini belum maksimal.
Dirut PDAM Tirta Marta Dwi Agus Triwidodo menerangkan pihaknya siap menerapkan kenaikan tarif Rp.2500 per meter kubik yang berlaku sejak 2013 menjadi Rp. 3420 per meter kubik. Kenaikan tarif ini menurutnya masih wajar, karena di bawah empat persen, sesuai peraturan Mendagri.
“Harapan kami masyarakat tidak begitu terbebani,” ujarnya, Jumat (27/12/2019).
Ia mengakui, pada musim kemarau tahun ini, pelayanan air memang mengalami penurunan, karena pasokan air menurun 5-7 persen. Dan pasokan air baku baru mengalami kenaikan menjadi normal setelah satu bulan memasuki musim penghujan ini.
Menurutnya, PDAM Tirtamarta masih menggunakan sumur air dalam, dengan debit air 500 liter per detik. Ini untuk memenuhi jumlah pelanggan yang berkisar 32.300.
“Angka kehilangan air masih agak tinggi, 30,3 persen. Itu sepertiga dari produksi, namun demikian masih di bawah rata-rata standar nasional,” ungkapnya.
Meski ada kebocoran air, ia merasa bersyukur, karena pihaknya dan juga PDAM Sleman serta PDAM Bantul telah mendapatkan bantuan air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Sungai Progo yang berkisar 30-50 liter per detik. Ini sangat membantu ketika musim kemarau lalu, dan juga saat ini.
Guna mengatasi kebocoran air, pada awal Januari 2020 pihaknya akan melakukan meremajakan pipa air sepanjang 60 kilometer yang akan dilakukan bertahap selama empat tahun. Untuk tahun ini peremajaan dimulai dari perempatan Wirobrajan hingga Jembatan Sayidan. Ini untuk mengantisipasi adanya kebocoran air, karena pipa lama menggunakan asbes yang sudah tidak direkomendasikan, dan akan diganti pipa HDPE.
“Ini akan dilakukan selama enam bulan pada malam hari, bertahap sesuai kemampuan PDAM,” ujarnya. (den)
