SLEMAN, BERNAS.ID- Fakultas Peternakan UGM saat ini sedang mengembangkan sapi GaMa (Gagah dan Macho). Sapi GaMa merupakan hasil perkawinan silangan dari tiga jenis sapi secara bersamaan yakni sapi Belgian Blue, Wagyu, dan Brahman.
Masing-masing jenis sapi tersebut memiliki keunggulan masing-masing. Sapi Belgian Blue dikenal dengan sapi yang memiliki bobot yang besar dan berotot, lalu Sapi Wagyu memiliki daging yang enak dan empuk, sedangkan Sapi Brahman memiliki lambung yang besar dan adapatif dengan ligkungan tropis.
?Kita targetkan pengembangan sapi GaMa ini selesai dalam 20 tahun, sekarang sudah jalan sekitar 6 tahun dengan umur dua tahun bobotnya mencapai 550-600 kilogram,? kata Dekan Fakultas Peternakan UGM Prof Dr Ir Ali Agus kepada wartawan, Senin 13 Januari 2020.
Lamanya proses pengembangan sapi GaMa ini, menurut Ali Agus hasil sangat wajar untuk mendapatkan turunan sapi yang stabil dengan berbagai data yang akan bisa didapatkan. ?Sementara kita belum punya data kualitas karkas, kualitas daging, sebab kita belum memotong sapi tersebut sampai menghasilkan tingkatan turunan yang diinginkan,? katanya.
Berdasarkan data yang dikumpulkan dari tim peneliti, kata Ali Agus, berat bobot sapi ini jauh lebih besar dibanding dengan sapi lokal. ?Selisih dengan sapi cross lainnya capai 100 kilogram,? katanya
Profesor Ali Agus menggambarkan untuk sapi jenis cross lainnya memerlukan umur sekitar 3-4 tahun agar bisa mendapatkan bobot ideal agar bisa dipotong. Sebaliknya, sapi GaMa nenurutnya di umur tiga tahun bisa memiliki bobot sekitar 900 kilogram.
Dia menyebutkan saat ini sudah ada sekitar 200 ekor sapi GaMa yang sudah dikembangkan yang selanjutnya akan terus dipelihara dan dikawin silangkan agar mendapatkan turunan sapi dengan genetik yang lebih baik dan stabil. Pusat pengembangan sapi Gama ini berada di Instalasi Bengkel Sapi CV Berkah Andini Lestari, Widodomartani, Ngemplak, Sleman dan PT Widodo Makmur Perkasa (WMP), Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Menjawab pertanyaan wartawan, apabila pengembangan sapi ini berhasil dan terbukti menghasilkan jenis sapi dengan keunggulan bobot dan daging yang lebih berkualitas maka akan bisa mendorong peningkatan produksi daging di Tanah Air. ?Tujuannya membantu menambah suplai produksi daging, kita ini membutuhkan pasokan daging, rata-rata satu ekor sapi kita selama ini hanya mampu hasilkan 100-150 kilogram,? katanya. (jat)
