SLEMAN, BERNAS.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengajak seluruh warga masyarakat untuk kembali mengeksplorasi, menghidupkan dan mengembangkan berbagai budaya Ngayogyokarto yang ada dalam kehidupan masyarakat.
Selain itu, Pemkab Sleman menaruh perhatian yang besar terhadap kemajuan kebudayaan.
Hal ini dibuktikan dengan diserahkannya gamelan besi Pelog Slendro kepada Kelompok Masyarakat Kebudayaan tahun 2019 pada Minggu, 25 November 2019 lalu di Gedung Kesenian Sleman oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSi didampingi Wakil Ketua Komisi D dr Raudi Akmal, Dewan Kebudayaan Sleman dan Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman HY Aji Wulantara, SH, M.Hum.
Penyerahan gamelan dimeriahkan penampilan tari “Retno Asri” dari sanggar Wijayakusuma Ngemplak, salah satu penarinya Camat Ngemplak Dra Siti Wahyu Purwaningsih. Juga tari “Klono Topeng” dari Sanggar Sekar Ngrayung Prambanan, ditutup pagelaran kethoprak dengan lakon Kraman Tidar dari Forum Budaya Kecamatan Kalasan.
Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo, MSi, mengatakan, upaya pengembangan seni budaya membutuhkan sinergi berkesinambungan dari pemerintah, swasta, masyarakat dan pelaku seni.
“Saya meyakini seni budaya bukan hanya dipandang sebagai warisan melainkan aset yang memiliki nilai yang bila terus dikembangkan memiliki nilai baik bagi para pelaku seni maupun masyarakat penikmati seni itu sendiri,” ujar Sri Purnomo.
Maksud dan tujuan penyerahan gamelan kepada kelompok masyarakat kebudayaan ini untuk memberikan motivasi kepada kelompok masyarakat kebudayaan.
Selain itu juga memperkuat dan menumbuhkan dinamika positif aktivitas seni budaya di kalangan akar rumput dalam mewujudkan masyarakat Sleman yang berbudaya sekaligus memperkokoh keistimewaan DIY.
“Sekaligus untuk meningkatkan kecintaan terhadap budaya sendiri di tengah-tengah peradaban dunia yang semakin kompleks dan kompetitif,” kata Aji Wulantara, Selasa (26/11/2019).
Menurutnya, hal itu untuk menumbuhkan dinamika positif aktivitas seni budaya di kalangan akar rumput dalam mewujudkan masyarakat Sleman yang berbudaya sekaligus memperkokoh keistimewaan DIY.
Adapun penerima gamelan besi pelog slendro diberikan kepada 13 kelompok masyarakat kebudayaan berdasarkan pengajuan proposal tahun 2017. (fan)
