BANTUL, BERNAS.ID – Ikan lele menjadi salah satu ikan ekonomis air tawar yang banyak dibudidayakan baik secara tradisional maupun intensif. Dewasa ini kebutuhan ikan lele meningkat, seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan permintaan akan ikan lele termasuk di wilayah Yogyakarta.
?Untuk melakukan manajemen dan tatakelola budidaya ikan lele dapat dilakukan dengan sistem kemitraan, pengorganisasian dan melakukan analisa investasi,? ujar Dosen Program Studi (prodi) Kewirausahaan Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Cahya Purnama Asri, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diikuti organisasi pemuda dukuh Senggotan Desa Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Minggu (12/5/2019).
Cahya juga menjelaskan kemudahan dalam pembelian pakan dan benih ikan lele hingga penjualan hasil panen sehingga mampu mengurangi cost atau biaya operasional, serta keuntungan yang diperoleh pembudidaya akan lebih maksimal. Pendapatan dan penjualan, menurut Cahya, dapat ditingkatkan melalui penerapan konsep kemitraan dengan cara bekerjasama dengan supplier pakan ikan, organisasi atau koperasi.
Lebih lanjut cahya menegaskan perlunya melakukan evaluasi hasil usaha dalam laporan keuangan dengan maksud untuk mengetahui kelayakan investasi dalam usaha budidaya tersebut yakni dengan cara penghitungan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). (*/adn)
