Bernas.id — Sebagai bentuk kebhinekaan dan keragaman budaya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia, kelompok pemuda Hindu yang tergabung dalam Pesantian Wisnu Sakti, Tambakan, Jogonalan Klaten, dalam rangka turut memeriahkan perayaan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 73 Republik Indonesia, akan menampilkan Ogoh-ogoh Dinosura, Sabtu, 18 Agustus 2018, Pukul, 13:00 WIB, bertempat di Alun-alun Klaten.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Pesantian Wisnu Sakti, Supriyadi didampingi Sekretaris Kegiatan, Nur Kesawa, Jumat (17/08/2018), kepada Bernas.id. Bagi masyarakat Hindu ogoh-ogoh merupakan sebuah budaya simbol sebagai bhuta kala yang akan memecut orang-orang yang berbuat tidak baik atau menyengsarakan orang lain.
?Ogoh-ogoh yang kami namai Dinosura (Dino Asura) ini, tingginya sekitar 2,5 meter, dibuat selama satu bulan dan menghabiskan biaya lebih kurang Rp 5.000.000. Biaya pembuatan Ogoh-ogoh selain swadaya dari warga Pesantian, juga dari sisa dana kegiatan Pentas Budaya Malam Taur Agung 2018 beberapa waktu lalu,? papar Nur Kesawa yang juga seorang arkeolog muda dari UGM.
Sementara pembuatan Ogoh-ogoh Dinosura tersebut dipandu oleh I Made Dabi Arnasa, Mahasiswa ISI Yogyakarta. Selama dalam proses pembuatan Ogoh-ogoh, pada pertengahan bulan waktu pembuatan disertai dengan kegiatan workshop cara membuat Ogoh-ogoh, yang dihadiri 60 pemuda Hindu dari Klaten dan sekitarnya.
Selanjutnya, boneka raksasa berbahan dari bambu, stereofoam (gabus), dan tisu, akan diarak menuju Alun-alun Kota Klaten. Kemudian akan dimainkan dengan iringan tetabuhan Musik Bleganjur oleh Pesantian Wisnu Sakti berkolaborasi dengan Pemuda Hindu Pura Tri Dharma Manunggal, Gemampir, Klaten (Pemuda Gemampir).
?Dalam karnaval Sabtu (18/8) besok, juga diikuti oleh pemuda Hindu se Klaten. Tampilan yang disajikan tidak hanya Ogoh-ogoh melainkan ada Rangda juga. Pokoknya seru dan meriah, rugi kalau tidak menyempatkan datang untuk menonton,?pungkasnya setengah berpromosi. (ted)
