Bernas.id ? Mumi ini jika dilihat secara sepintas sungguh menyeramkan. Bagaimana tidak, mulutnya terlihat menganga seolah-olah sedang berteriak kesakitan. Namun selain wajahnya yang terkesan penuh penderitaan tersebut, ternyata tersimpan banyak cerita menarik seputar mumi ini.
Di kalangan sejarawan, mumi yang sama dikenal dengan nama ?mumi Pentawere? serta ?mumi berteriak?. Pentawere adalah nama dari sosok mumi tersebut saat masih hidup, di mana informasi mengenai nama dan keluarganya didapat dari dokumen papyrus dari zaman Mesir Kuno.
Menurut dokumen tadi seperti yang dipaparkan oleh Live Science, ibu Pentawere yang bernama Tiye memiliki niat membunuh raja Ramses III yang bertahta pada abad ke-12 SM. Tiye berencana menjadikan putranya tersebut sebagai raja Mesir yang baru.
Ramses III pada akhirnya memang berhasil dibunuh. Namun Pentawere pada akhirnya gagal menjadi raja karena pembunuhan yang mereka rencanakan berhasil terungkap. Bersama dengan anggota komplotannya yang lain, Pentawere kemudian dijatuhi hukuman mati oleh raja Ramses IV.
Namun sebelum Pentawere benar-benar dieksekusi, Pentawere memilih untuk lebih dulu melakukan bunuh diri ? diduga dengan cara gantung diri atau minum racun. Tidak diketahui apakah Pentawere mati dalam kondisi mulut yang menganga, atau wajahnya dibuat seperti itu saat hendak dimakamkan.
Karena Pentawere dianggap sebagai sosok yang hina, proses pemumian dan pemakaman Pentawere dilakukan secara berbeda. Jasadnya tidak dibalsem dan hanya dibalut memakai kulit domba alih-alih kain perban linen. Dalam kepercayaan masyarakat Mesir Kuno, kulit domba dipandang sebagai bahan yang tidak suci dari aspek keagamaan.
Mumi Pentawere tersebut kemudian dimakamkan di dalam peti yang berisi beberapa mumi sekaligus. Baru pada abad ke-19, peti mumi Pentawere ditemukan oleh warga lokal yang bernama Abd el-Rassul di Deir el-Bahari. Sekarang, mumi ini menjadi salah satu objek pameran di Museum Mesir.
