Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

    June 8, 2026

    Sebagai Lokasi SSE UM-PTKIN 2026, UIN Sunan Kalijaga Beri Layanan Ujian yang Responsif dan Humanis

    June 8, 2026

    “OREO Berbagi Seru” Perkuat Kolaborasi Guru, Orang Tua dan Komunitas demi Pembelajaran Menyenangkan di Purworejo

    June 8, 2026

    Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

    June 7, 2026

    Ribuan Orang Antusias Saksikan Kirab Budaya Tresna Pancasila

    June 7, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026

      Belanja Negara di DIY Capai Rp6,2 Triliun hingga Akhir April 2026

      June 2, 2026

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Nasional»Sejak Zaman Soekarno Sudah Terjadi Serangan Bom
    Nasional

    Sejak Zaman Soekarno Sudah Terjadi Serangan Bom

    Paulus Yesaya JatiBy Paulus Yesaya JatiMarch 1, 2018No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id – Sejak era Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno, serangan bom pun sudah terjadi. Tak pandang suku, ras, dan agama, perbuatan bengis serangan bom menyasar kepada siapa saja. Alih-alih demi tujuan mulia, dampak ledakannya justru melukai nilai-nilai kemanusiaan. Atas dasar apapun, melukai dan menghilangkan nyawa manusia tak bersalah adalah perbuatan keji, tak beradab.

    Namun, meski serangan bom itu tidak bisa dibenarkan, nyatanya masih terus terjadi. Dari tahun ke tahun perjalanan bangsa Indonesia, ada saja terjadi peristiwa serangan bom. Peristiwa serangan bom seolah menjadi pengisi cerita wajib di setiap tahunnya. Berikut ini rentetan peristiwa serangan teror bom yang pernah terjadi di Indonesia, pada tahun 2000-an, diambil dari berbagai sumber.

    Serangan Bom 30 November 1957

    Presiden Sukarno mengunjungi Perguruan Cikini di Jalan Cikini Nomor 76, Jakarta Pusat, dalam rangka menghadiri perayaan ulang tahun ke-15 sekolah itu. Kunjungan Presiden untuk memenuhi undangan Johan Sirie, Direktur Percetakan Gunung Sari, dan Sumadji Muhammad Sulaimani, Kepala Perguruan Cikini, sebagai panitia penyelenggara. Putra-putri Sukarno, Muhammad Guntur Sukarnoputra dan Megawati Sukarnoputri, juga belajar di sekolah tersebut.

    Serangan Bom, 11 November 1976

    Bom meledak di Masjid Nurul Iman, Kota Padang, tepatnya pukul 22.20 waktu setempat. Ledakan bom menyebabkan loteng masjid di lantai satu mengalami kerusakan parah, sedangkan jendela kaca di beberapa bagian pecah.

    Menurut keterangan dari pihak keamanan setempat disebutkan bahwa bom ditempatkan di bawah tangga menuju lantai dua dan sepertinya diatur untuk meledak ketika pelaksanaan ibadah salat Jumat keesokan harinya. Namun bom meledak lebih dini, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

    Pelaku peledakan bom bernama Timzar Zubil yang merupakan anggota Komando Jihad.[1] Aksi Timzar sebelumnya dilakukan pada 20 Oktober 1976. Timzar dan kelompoknaya meledakkan Rumah Sakit Immanuel di Bukittinggi.

    Serangan Bom Tahun 1978 dan 19 April 1999

    Tahun 1978, Masjid Istiqlal pernah  diteror bom. Pelaku dan motif belum diketahui. Lalu, 19 April 1999 bom meledak di lantai dasar Masjid Istiqlal. Letusan ini meretakkan tembok dan memecahkan kaca beberapa kantor organisasi Islam yang berkantor di Masjid Istiqlal, termasuk kantor Majelis Ulama Indonesia. Dua orang terluka akibat ledakan ini.

    Pada bulan Juni 1999 Polisi mengumumkan tujuh orang pengamen tersangka pelaku pengeboman Masjid Istiqlal yang telah ditangkap. Ketujuh orang ini adalah pelaksana yang menempatkan bom di Masjid Istiqlal, meskipun demikian siapakah otak perencana di balik pengeboman ini masih belum terungkap jelas.

    Serangan Bom, 4 Oktober 1984

    Ledakan bom di BCA, Jalan Pecenongan, Jakarta Barat. Pelakunya bernama Muhammad Jayadi, anggota Gerakan Pemuda Ka?bah (anak organisasi Partai Persatuan Pembangunan) lantaran protes terhadap peristiwa Tanjungpriok 1983.

    Serangan Bom, 21 Januari 1985

    Pengeboman Candi Borobudur, adalah peristiwa pemboman peninggalan bersejarah Candi Borobudur dari zaman Dinasti Syailendra yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada hari Senin 21 Januari 1985.

    Serangan Bom, 16 Maret 1985

    Pengeboman di bus Pemudi Express di Banyuwangi dan peledakan Gereja Sasana Budaya Katolik Magelang beberapa waktu setelahnya.

    Serangan Bom Tahun 1991

    Anak buah gerilyawan Fretilin, Kay Ralla Xanana Gusmao, meledakkan bom di Demak, Jawa Tengah. Saat itu, Jakarta sangat represif pada pergerakan di Dili, Timor-Timur, itu yang puncaknya adalah peristiwa Santa Cruz, di Dili.  Satu Hotel juga diledakkan di Surabaya.

    Serangan Bom, Awal Reformasi Januari 1998

    Bom meledak di rumah susun Senen, Jakarta. Di tahun yang sama, tempat parkir kendaraan di Atrium Plaza di Jakarta Pusat, diledakkan. Sejumlah mobil rusak berat.

    Serangan Bom Tahun 1999

    Pusat perbelanjaan Ramayana di Jalan Agus Salim (dikenal sebagai Jalan Sabang), Jakarta Pusat, diledakkan sehingga merusak bagian toko itu. Pelakunya sama dengan pelaku di Atrium Plaza, pusat perbelanjaan Senen, Jakarta Pusat pada 1998.

    Di tahun ini pula pusat perbelanjaan Plaza Hayam Wuruk di Jakarta Barat, diledakkan sejumlah pemuda yang mengaku anggota Angkatan Mujahidin Islam Nusantara.

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Paulus Yesaya Jati

    Related Posts

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026

    Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

    April 13, 2026

    Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

    April 2, 2026

    3 Prajurit Gugur di Lebanon Disebut Layak Jadi Pahlawan Nasional

    April 1, 2026

    PELUK ERAT LINTAS GENERASI UII & PENGHORMATAN DOA UNTUK ALMARHUM SYAFARUDDIN ALWI

    March 30, 2026

    Semangat Tanpa Batas dalam Keterbatasan, Ibu Irma dan Jejak Pemberdayaan Disabilitas Melalui PNM Mekaar

    March 25, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Yuno Menyampaikan Info terbaru Perusahaan Jelang Peluncuran, Memperluas Tim Pemimpin dengan Talenta dari Binance, dan Bersiap Mendorong Pertumbuhan Pasar Prediksi Global

    June 7, 2026

    HOFA Gallery Mempersembahkan Pameran Specimens of Time: The Glitched Sublime Karya Maja Petrić, yang Dibuka selama SXSW London 2026

    June 3, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026

    Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

    April 13, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    “OREO Berbagi Seru” Perkuat Kolaborasi Guru, Orang Tua dan Komunitas demi Pembelajaran Menyenangkan di Purworejo

    June 8, 2026

    Warga Keluhkan Fungsi Bahu Jalan Denggung Masih Semrawut, Kepala Satpol PP Baru Didesak Tegas

    June 7, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.