Bernas.id – Kerja adalah bentuk nyata usaha. Bekerja bagian dari aplikasi ilmu. Ilmu yang dimplementasikan dalam bekerja adalah bentuk sinergi. Bekerja adalah ilmu yang diamalkan.
Etos kerja adalah sikap. Perilaku yang dibangun atas kesadaran dalam bekerja. Sebagaimana orang yang sadar akan kebutuhan makan untuk tubuhnya. Etos kerja adalah energi yang tak pernah padam. Bara yang menyala di kala api membakar kayu. Semua optimal dan maksimal bekerja.
Panggilan yang berasal dari sang pencipta adalah dasar dalam etos kerja. Istilahnya panggilan jiwa dan alam. Sang pencipta telah menggariskan bahwa manusia punya tugas sebagai pemakmur dan pemelihara bumi. Manusia diberi amanah yang besar sebagai pengelola. Garis inilah yang menjadi acuan kenapa etos kerja adalah panggilan Sang Pencipta.
Seorang yang punya etos kerja yang baik akan berhasil dalam bekerja. Waktunya akan efektif. Hasilnya maksimal. Peningkatan ilmu dan kepakaran juga akan baik. Integritas juga meningkat. Membangun etos kerja memang tak mudah. Perlu perjuangan dan usaha yang maksimal. Ada beberapa cara yang bisa terapkan, antara lain:
- Bangun manajemen waktu dan prioritas yang baik.
- Bangun kesadaran bekerja adalah panggilan jiwa dan Sang Pencipta.
- Kuasai semua ilmu yang mendukung pekerjaan.
- Disiplin dengan rencana dan program kerja.
- Bangun kekuatan tim dengan baik.
- Perkuat sisi ruhiyah.
- Jaga fisik dan suasana tempat kerja.
- Bangun cita-cita dalam bekerja.
- Niatkan dalam bekerja untuk Allah.
- Sabar dan ikhlas dalam berproses.
Sepuluh poin ini akan membangun budaya dan etos kerja seseorang lebih baik. Bahan bakar tak akan habis ditengah jalan. Semangat akan membara dan menyala. Keluh kesah akan sirna. Tinggallah semangat dan semangat lagi.
Yogyakarta bisa menjadi contoh masyarakat yang punya etos kerja yang baik. Masyarakat bekerja dengan penuh semangat tua muda bekerja sesuai porsi mereka. Angka harapan hidup cukup tinggi. Nyatanya masih banyak lansia yang produktif di masa senjanya.
Pengalaman musibah gempa tahun 2006 bisa jadi pelajaran. Bagaimana masyarakat bahu membahu untuk penangganan bencana. Bekerja pagi jam 07.00 untuk membersihkan piung-puing reruntuhan. Kadang mereka belum sarapan tapi tetap semangat untuk bekerja. Tua muda gotong royong. Semangat inilah yang menjadi kunci cepatnya pemulihan pasca gempa. Inilah etos kerja nyata yang bermanfaat bagi semua.
Tahun 2017 Yogyakarta ditimpa bencana banjir. Sungai meluap, jembatan putus dan tanah longsor merata di beberapa daerah. Sudah teruji dengan semangat gotong royong bencana bisa teratasi. Semangat berbagi dan membantu ini adalah bentuk etos kerja yang harus ada.
Era digital membentuk orang peduli dan punya etos kerja baik. Bekerja dan berbagi!
