Bernas.id ? Umumnya, ada rasa beban ketika mengerjakan pekerjaan rumah sehari-hari, seperti menyapu lantai, memasak, mencuci baju, dan lainnya. Namun, siapa sangka, justru kegiatan semacam itulah yang menjadikan kita dewasa, sadar, semakin mengerti dan paham terhadap tugas kita hidup di dunia ini. Suatu saat, kita pun akan kembali ke tempat asal kita, kampung akhirat.
Inilah, beberapa hikmah yang kita peroleh:
1. Peringatan;
Ketika tangan kita memegang sapu kemudian membersihkan lantai, terasa bahwa setiap hari diri ini harus dibersihkan. Seperti halnya lantai yang senantiasa berdebu dan harus dibersihkan setiap hari. Begitu pula diri kita, raga dan jiwa kita perlu dibersihkan.
Saat kita menggoreng tempe, bikin oseng, atau lainnya, posisi wajan di atas api, kerupuk mentah digoreng, saat percikan minyak panas mengenai kulit kita, di saat seperti itulah kita diingatkan dengan bara api neraka. Api yang membakar kulit dan mendidihkan otak. Ketika ingat hal itu, tentu ucapan istighfar yang keluar dari mulut kita selama memasak. Tentu ada caranya agar kita dihindarkan atau minimal diringankan siksaannya di akhirat kelak.
2. Kesabaran;
Saat mencuci baju, seringkali kita menggunakan mesin cuci. Katanya dengan mencuci bisa menghemat tenaga sambil melakukan kegiatan lainnya. Itupun masih ada pekerjaan yang tidak tertangani. Coba tengok orang tua kita zaman dahulu belum ada mesin cuci, semua urusan rumah tangga juga selesai. Bisa dibilang tidak kalah dengan adanya teknologi, semua bisa diselesaikan dengan baik. Lalu, apanya yang salah? Tidak ada yang salah. Hanya orang zaman dulu selalu sabar melakukan tugasnya dalam mengurus rumah. Bukan anak-anak atau kaum perempuan, bahkan laki-laki pun banyak yang pandai memasak dan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Sabar, itulah kuncinya!
Mungkin dulu kita terpaksa menuruti perintah ibunda untuk memasak dan mengerjakan pekerjaan rumah. Wajah kita merengut ketika disuruh melakukan ini itu. Buah dari kesabaran kita zaman dahulu, saat inilah baru kita rasakan manfaatnya. Tinggal di tempat mertua tidak perlu malu, karena kita bisa memasak dan menyajikan aneka makanan lezat.
3. Cinta kasih;
Suatu saat, lihatlah sekeliling ruangan tempat kita duduk merenung. Amati, apakah di setiap sudut ruang kotor berdebu atau cat tembok mengelupas. Lakukanlah sesuatu! Bersihkan ruangan kita! Berikanlah sentuhan kasih sayang kepada ruangan tempat kita duduk, kamar istirahat, lantai tempat kita selonjor. Ruangan bersih akan membuat kita nyaman berada di sana bersama keluarga dan senda gurau suami/istri beserta anak-anak, termasuk orang tua kita jika masih hidup.
Cinta dan kasih sayang bisa tumbuh dari kebersihan ruangan, halaman, pikiran, dan hati kita. Suasana nyaman, tenteram, damai bisa kita dapatkan. Semuanya bisa kita pelajari dari kegiatan rutinitas sehari-hari. Lakukanlah dengan keikhlasan dan semangat kebaikan. Ambil hikmahnya dan nikmati curahan berkah dari Allah Azza wa Jalla.
