Bernas.id – Bagi sebagian mahasiswa, kampus dan kantin adalah hal yang sangat menyenangkan. Di mana kamu dapat belajar dengan suasana berbeda dari bangku sekolahan, bertemu teman, punya banyak kenalan bahkan sampai menemukan tambatan hati.
Namun tampaknya hal ini sudah tidak berlaku lagi bagi kamu yang mahasiswa tingkat akhir. Alih-alih tidak enak badan justru menjadi senjata untuk tidak pergi ke kampus. Alasannya hanya tidak ingin bertemu dengan sang dosen pembimbing. Tapi tidak semua mahasiswa tingkat akhir mempunyai tabiat seperti itu, lho! Masih banyak para mahasiswa yang menargetkan lulus dengan waktu yang tepat hingga cepat. Kamukah itu?
Setelah mengambil skripsi dalam satuan kredit semester (SKS), kamu tidak lagi mengenal yang namanya nongkrong di kantin kampus, ikut seminar, sampai cari gebetan. Sarapan pagimu adalah skripsi revisi dan skripsi revisi (lagi). Untuk mengatasi kejenuhan yang sudah memunjak itu, coba deh lakukan hal ini:
Sok Kutu Buku
Pas keadaan lagi jenuh-jenuhnya kamu mungkin tidak akan menyentuh si skripsi, dengan kata lain deadline semakin dekat dan harus terburu-buru mengerjakan. Setidaknya sedikit demi sedikit kamu harus membaca buku agar otak di kepalamu tidak berhenti untuk berpikir. Cobalah mulai dari bacaan ringan seperti majalah, komik atau novel, jika kondisi sudah lebih baik bergantilah ke bacaan yang berhubungan dengan topik skripsi.
Beristirahat Sejenak
Otakmu pun butuh ruang yang cukup. Layaknya gawai perlu diisi daya, otak juga perlu mengisi daya. Kamu bisa mengisi daya dengan tidur, main game atau sekadar menonton film. Lakukan hal ringan yang membuat otak lebih rileks.
Minta Bantuan Teman
Inilah alasannya mengapa saat di semester awal para ketua jurusan mendikte kamu agar punya banyak teman di kampus. Mulai dari satu angkatan sampai kakak tingkat. Saat berada di semester akhir, peran kakak tingkat ini sangatlah tinggi. Di mana sarannya untuk menyelesaikan langkah-langkah skripsi bisa kamu dapatkan dan kamu terapkan juga pada dirimu.
Cuti
Ambil cuti seperti orang kantoran memang tak ada salahnya. Alokasikan waktumu untuk refreshing selama satu sampai tiga hari. Sekedar menikmati embun pagi dari perbukitan atau membasahi diri di pantai cukup membuat mood membaik. Tapi jangan terlalu lama. Ingat tanggal jatuh tempo skripsi yang harus diserahkan.
Bersujud
Tak ada salahnya untuk sekejap meninggalkan deadline. Temuilah Sang Penciptamu yang selalu menunggu kamu mengadu. Adukan segala keluh kesahmu saat menyelesaikan tugas dunia. Dengan meminta bantuan-Nya, kamu mampu menyerahkan skripsi sesuai waktu yang telah ditentukan.
Wah, sebenarnya cukup simpel ya mengatasi skripsi yang diambang deadline? Terkadang kita hanya fokus pada langkah tercepat untuk sampai ke tujuan, sedangkan setiap proses ada hikmah yang dapat dipelajari. Agar lebih memudahkan, cobalah untuk mengerjakannya secara bertahap dan kamu akan memiliki lebih banyak sisa waktu yang bisa kamu gunakan pada bab-bab akhir.
Selamat berjuang!
