Bernas.id – Pada zaman millenial seperti sekarang ini perilaku seseorang sering melenceng dari norma-norma yang berlaku. Perilaku buruk bak penyakit yang mudah sekali menular dari satu orang ke orang yang lain. Merebak hingga berbagai wilayah dan menelusup pada berbagai kalangan. Tawuran, pelecehan sampai pada kasus pembunuhan selalu saja menelan korban. Mirisnya, banyak pelaku kriminal adalah seorang sarjana berpendidikan. Apa saja faktor yang menyebabkan tingginya tingkat pendidikan acap kali berkebalikan dengan tingkah laku seseorang?
Menurut Kwick (1974) dalam Notoatmodjo (1993), “Perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari.” Perilaku seseorang umumnya tergantung bagaimana penanaman karakternya sejak kecil di lingkungan keluarga hingga terhadap masyarakat sekitar. Tingkat pendidikan seseorang juga berperan besar mempengaruhi perilaku dalam berinteraksi. Sayangnya, pendidikan tinggi sering terpatahkan dalam mengaplikasi kebaikan perilaku karena faktor-faktor ini.
Hariyanto Imadha, seorang pengamat perilaku membagi dua jenis faktor yang mempengaruhi buruknya perilaku seseorang, yakni faktor intern dan ekstern. Faktor intern bersifat menentukan karena berasal dari dalam diri seseorang. Sedangkan faktor ekstern bersifat mempengaruhi. Berikut ini adalah faktor intern dan ekstern tersebut.
Faktor intern
Pribadi yang lemah. Ini menyangkut tidak kokohnya kepribadian seseorang. Jika karakternya kuat, maka kecil kemungkinan seseorang melakukan perilaku yang menyimpang.
Kurang teguhnya keimanan. Keimanan yang teguh akan membawa seseorang pada koridor kebaikan. Meski terlalu banyak kesulitan atau godaan dunia yang datang terhadapnya takkan menggulingkan kegigihannya mempertahankan iman.
Diri yang lemah mengendalikan. Mengapa penting bagi seseorang mengendalikan emosi? Emosi menentukan seseorang dalam mengambil keputusan dan menentukan pilihan tindakan. Jika pengendalian emosi buruk, maka akan berdampak pada seringnya seseorang berkelakuan buruk.
Faktor ekstern
Budaya asing yang beredar ke berbagai media. Salah satu faktor yang memberatkan buruknya perilaku seseorang adalah budaya. Budaya asing terkadang cenderung lebih bebas. Jika seseorang keliru memaknai budaya bebas ini, maka akan berpengaruh buruk bagi sikapnya.
Pengaruh orang lain. Tingkah seseorang akan mirip dengan tingkah temannya juga, maka perilaku buruk seseorang adalah cerminan pergaulannya. Pintar-pintarlah memilih teman. Jika baik, maka akan baik pula kita.
Kesulitan ekonomi. Ekonomi yang sedang seret juga berdampak pada perilaku seseorang. Belum lagi jika seseorang tidak memiliki pekerjaan, ini akan berdampak buruk pada tindakan seseorang jika tak mampu mengendalikan diri.
Faktor-faktor penyebab yang telah disebutkan busa dicegah pengaruhnya jika setiap diri berpedoman pada agama, norma yang baik dan kepribadian yang teguh. Yuk, buktikan pada diri bahwa tingginya pendidikan akan selaras dengan perilaku yang kita lakukan.
