JAKARTA, BERNAS.ID – Eksploitasi air tanah menjadi topik yang paling disorot pada Forum Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Koalisi Jaga Air Tanah Jakarta (JATA). Masih banyak rumah tangga, apartemen, hotel, dan lainnya yang masih menggunakan air tanah sehingga berkontribusi pada penurunan muka tanah.
Kegiatan FGD dengan judul ‘Air Tanah di Tengah Ancaman El Nino, Krisis yang Tidak Terlihat’ menghadirkan sejumlah narasumber yakni Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Ir Nirwono Yoga, Senior Manager Corporate & Customer Communication di PAM Jaya Gatra Vaganza, dan Ketua Presidium Jata Laode Kamaludin. Diskusi dihadiri kalangan aktivis perkotaan dan mahasiswa berlangsung di Posko Tebet, Jl Kampung Melayu Kecil 3, Bukit Duri, Jakarta Selatan, Selasa (12/5).
Nirwono menjelaskan bicara soal Eksploitasi air tanah tak lepas dari peranan PAM Jaya selaku pengelola air bersih/minum di Jakarta. “Saat ini PAM Jaya mendapat tugas dari Gubernur untuk melayani cakupan layanan 100 persen bagi seluruh warga Jakarta. Selain menyambung pipa untuk pelanggan baru, PAM Jaya juga memperbanyak bahan air baku untuk mencukupi seluruh pelanggan,” papar Nirwono yang dikenal sebagai akademisi dari Universitas Tri Sakti.
Baca Juga : Koalisi JATA Peringatkan Dampak Serius Eksploitasi Air Tanah Jakarta
“Jadi, masalah air baku menjadi PR terbesar. Untuk itu, Pemprov DKI berupaya menambah air baku dari wilayah Jakarta dengan merevitalisasi waduk, situ, dan embung. Bahkan salah satu proyek prioritas adakah menormalisasi tiga dari 13 sungai di Jakarta yakni Ciliwung, Kali Krukut, dan Cakung Lama yang saat ini masih dikerjakan,” jelas Nirwono.
Sedangkan Gatra Vaganza menambahkan bahwa penggunaan air tanah, meski secara kasat mata terlihat bening namun tidak aman dikonsumsi. “Untuk itu, PAM Jaya terus berupaya mendorong masyarakat beralih ke air perpipaan. Kami juga terus berupaya menambah debit air seiring dengan kenaikan jumlah pelanggan,” kata Gatra.
Hingga saat ini, PAM Jaya telah berhasil menambah jumlah pelanggan sebanyak 1.183.669 sambungan atau sebesar 81,11 persen dari target 100 persen sebanyak 2.010.888 pelanggan. “Target 100 persen insyaallah akan tercapai pada tahun 2029,” jelas Gatra.
Baik Gatra maupun Nirwono mengakui masih banyak apartemen, hotel, dan lainnya masih banyak yang memanfaatkan air tanah dengan berbagai alasan. Di tengah fenomena El Nino berkepanjangan yang diprediksi Jakarta bakal mengalami kekeringan hingga September 2026, maka saat inilah tepat bagi Pemprov DKI untuk terus memperbaiki resapan air seperti waduk, situ, embung, sungai, dan lainnya.
Baca Juga : Jakarta Terancam Tenggelam, Regulasi Air Tanah Harus Ditegakkan
Ketua Presidium Koalisi Jaga, Laode Kamaludin eksploitasi air tanah telah mengakibatkan muka tanah di Jakarta terus menurun tiap tahunnya, terutama wilayah Jakarta Utara. “Hampir 40 persen warga Jakarta masih pakai air tanah, termasuk usaha air isi ulang juga memanfaatkan air tanah yang dioplos dengan air dari Bogor,” tandasnya.
Kamal menambahkan Koalisi Jaga akan membuka posko di tiap kecamatan untuk mendorong percepatan penggunaan air perpipaan. “Kami buka kesempatan kepada masyarakat yang mau ikut bikin posko demi meminimalisir Eksploitasi air tanah,” pungkasnya.
Acara diskusi yang berlangsung siang hingga petang ditutup dengan pemberian piagam dari Ketua Dewan Pengawas Koalisi Jaga Budi Siswanto kepada Nirwono Yoga. Adapun Kamaludin juga menyerahkan penghargaan kepada Gatra Vaganza.
