Bernas.id – ?Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu?. Ya, itulah syair sebuah lagu yang dipopulerkan oleh Band Nidji. Dalam syair tersebut dapat digambarkan bahwa persahabatan dapat mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Artinya, dari sesuatu yang tiada bermakna menjadi suatu yang indah atau bermakna.
Setiap manusia membutuhkan manusia lain untuk dijadikan teman. Ada teman biasa dan ada pula yang istimewa yang disebut dengan sahabat. Begitu pula dengan anak dan remaja, dalam pergaulannya mereka juga memiliki sahabat yang sangat berarti dalam kehidupannya.
Kadang orang tua tidak tahu atau tidak mau tahu tentang arti persahabatan bagi anak dan remaja. Dianggapnya masih anak-anak, nanti juga lupa sendiri seiring dengan berjalannya waktu. Padahal ini adalah suatu yang keliru. Anak dan remaja sama dengan manusia dewasa membutuhkan sahabat dalam hidupnya.
Berikut ini adalah arti persahabatan bagi seorang anak dan remaja:
Mengembangkan rasa percaya diri
Seorang anak yang memiliki sahabat biasanya lebih percaya diri daripada anak yang tidak memiliki sahabat dalam pergaulannya. Dalam proses sosialisasi, dalam hal ini bermain, anak dapat mengekspresikan dirinya kepada sahabatnya. Seperti saling memperlihatkan mainan baru, kemampuan yang dimiliki. Dengan memiliki sahabat seorang anak dan remaja akan merasa lebih percaya diri daripada ia bermain sendiri.
Mengembangkan kemandirian anak
Kerap terjadi dalam diri seorang anak atau remaja. Ketika bersama-sama dengan ayah bundanya kemandirian sepertinya tidak terlihat, biasanya selalu minta dilayani oleh ayah bundanya atau asisten rumah tangga. Tetapi ketika bermain dengan teman-teman sebayanya kemandirian seorang anak mulai terlihat. Bahkan yang tidak disangka-sangka oleh ayah bunda. Seorang anak atau remaja dapat mengerjakan sesuatu hal yang tidak biasa dikerjakannya sendiri. Hal ini dikarenakan persahabatan bagi seorang anak dan remaja dapat mengembangkan kemandirian yang sangat berguna untuk bekal masa depannya.
Mengembangkan bakat dan potensi anak
Setiap anak mempunyai bakat dan potensi masing-masing, tetapi tidak semua anak dan remaja dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliknya. Salah satu yang dapat mendukung pengembangan bakat dan potensi anak adalah melalui persahabatan. Ya, dengan persahabatan seorang anak dapat mengasah kemampuannya bersama-sama dengan sahabatnya, apalagi sahabatnya memiliki bakat dan potensi yang sama. Bakat dan potensi anak akan berkembang dengan pesatnya. Hal ini dikarenakan anak merasa bahwa yang memiliki bakat dan potensi seperti dirinya bukanlah dirinya sendiri, tetapi ada orang lain, apalagi sahabatnya sendiri. Hal ini akan membuat anak akan semakin serius menekuni bakat dan potensi yang dimilikinya.
Perasaan lebih dihargai
Menjadi seorang anak atau remaja kadang suka dianggap ?anak bawang? oleh orang dewasa di sekitarnya. Bila hal ini dibiarkan akan menghambat tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, persahabatan yang terjalin antara anak-anak atau remaja akan menimbulkan perasaan lebih dihargai daripada anak-anak berada di lingkungan orang dewasa. Perasaan lebih dihargai ini akan berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak. Anak akan merasa ?dimanusiakan? oleh lingkungannya. Dengan demikian istilah ?anak bawang? lambat laun akan hilang dalam dirinya. Yang muncul adalah pribadi yang utuh sesuai dengan kemampuannya.
Menjalin persahabatan bagi seorang anak dan remaja sangatlah penting. Oleh karena itu, Ayah Bunda biarkanlah anak-anak dan remaja menjalin perahabatan dengan teman-teman yang dipilihnya sebagai sahabat. Yang terpenting adalah ayah bunda tetap mengawasi dengan siapa anak-anak dan remaja menjalin persahabatannya. Jangan sampai salah dalam memilih teman atau sahabat. Perlakukanlah anak-anak dan remaja sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Semoga bermanfaat.
