JAKARTA, Bernas.id — E-commerce buah-buahan, GorFruit.id, tak hanya memasarkan produk buah lokal dan impor melalui aplikasi maupun lama/situs tersebut. Namun memiliki kepedulian terhadap terciptanya pebisnis baru produk buah segar. CEO Gofruit.Id, Frans Budi Pranata menargetkan tercipatnya 10 ribu pengusaha (entrepreneur) buah lokal di Indonesia.
Melalui jaringan e-commerce buah tersebut, Frans Budi memaparkan akan membentuk jaringan enterpreneur buah yang mampu mendapatkan nilai tambah dari penjualan buah-buahan lokal. Dia menjelaskan, ke-10 ribu entrepreneur baru ini layaknya minimarket Alfamart dan Indomaret. “Kita akan menciptakan 10.000 fruit preneurs mereka bisa jualan buah ibarat itu Alfamartnya buah lah,” jelas Frans Budi di sela peluncuran GoFruit di Puri Indah Mall, Jakarta Barat, belum lama ini.
Modalnya sangat terjangkau, hanya Rp 1 juta per paket. Para enterpreneur buah itu akan diberikan modal berupa fasilitas tenda dan produk buah-buahan. Sehingga bisa berjualan buah-buahan segar. Jarak antar lapak atau minigerai GoFruit adalah sekitar 20 km dan jika dipasarkan di tempat ramai yang terdapat jumlah penduduk sebanyak 2.000 jiwa orang di sekitar lokasi lapak GoFruit. Target lokasi adalah perempatan jalan, pemukiman penduduk, kawasan perkantoran, dan sebagainya.
Perekrutan pebisnis baru jaringan GoFruit ini akan dimulai bulan Februari 2018. Tahap awal, masih di seputar wilayah Jabodetabek. Jika di satu kota sudah terbentuk ribuan entrepreneur GoFruit, pihaknya siap membangun warehouse atau ruang logistik untuk mempermudah pengambilan dan pengiriman buah ke konsumen di area kota tersebut. Setelah pengusaha GoFruit sudah banyak terbentuk di Jakarta, pihaknya akan merekrut pengusaha buah di lima kota besar di Indonesia.
Frans Budi memaparkan alasan pembentukan 10 ribu entrepreneur GoFruit ini sebagai langkah awal untuk Indonesia yang lebih sehat dan produktif. Sebanya, Pasalnya banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya konsumsi buah untuk kesehatan mereka. Karena itu ia berharap ke depan akan semakin banyak masyarakat yang membiasakan diri mengkonsumsi buah setiap hari. Untuk memancing ketertarikan publika, GoFruit menggusung tagline 'Good Fruit is GoFruit'.
Transaksi Bisnis Buah Rp 65 triliun
Mantan orang penting di Zalora Indonesia ini bermimpi, konsumsi buah layaknya cemilan yang dikonsumsi setiap waktu dan dimana saja. “Di GoFruit, kami ingin menciptakan trend baru, yaitu nyemil buah setiap hari. Kampanye ini sebagai langkah awal untuk Indonesia yang lebih sehat dan produktif,” tutur Frans yang sudah melahirkan puluhan E-Commerce.
Selanjutnya, Frans meyakini bisnis buah dan sayuran secara nasional sangat menjanjikan. Sebab, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai sekitar 270 juta jiwa dan akan terus bertambah hingga tahun 2020 mendatang. Disamping itu, tren pola hidup sehat terus meningkat. Termasuk tingginya ketergantungan masyarakat terhadap buah-buahan dan sayuran. Mengutip sebuah statistik, Frans memaparkan,, saat ini potensi transaksi bisnis buah dan sayuran bisa mencapai Rp 65 triliun. “Potensinya di Indonesia itu buah dan sayur itu USD 5 miliar, atau sekitar Rp 65 triliun. Khusus potensi untuk buah saja bisa mencapai USD 1 miliar,” terangnya.
Sementara itu, Trainer kesehatan, Dr Phaidon memaparkan masalah kesehatan terus menempati posisi atas dari berbagai masalah yang dihadapi penduduk kota besar di Indonesia dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah pola hidup yang kurang sehat terutama pada kebiasaan makan. “Konsumsi buah rata-rata tiga kali per hari masih minim di Indonesia. Buah masih belum dianggap sebagai makanan pendukung utama untuk kesehatan,” ujarnya.
Phaidon yang juga seorang Anti Aging dan Preventive Medical Expert mengapresiasi kemunculan E-Commerce GoFruit sebagai solusi bagi konsumen yang membutuhkan buah segar dengan pemesan secara online. Sebab, sebagian besar masyarakat Indonesia kerap lupa memasukkan buah dalam menu harian. Padahal buah mampu memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh manusia.