Bernas.id – Sedari dulu kanker menjadi penyakit yang menakutkan. Berulang kali menghilangkan banyak nyawa tanpa pandang bulu. Salah satu jenis kanker yang dinilai berbahaya adalah kanker rahim. Berdasarkan Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI yang bersumber pada Instalasi Deteksi Dini dan Promosi RS Dharmais, kanker rahim masuk dalam 10 besar kasus kanker terbanyak yang terjadi sepanjang tahun 2010-2013. Kanker rahim bisa berawal dari adanya penyakit kista pada wanita. Benarkah sebahaya itu penyakit kista hingga merenggut jiwa para wanita?
Kista ovarium adalah sebuah kantung berisi cairan yang tumbuh di indung telur (ovarium). Kista sendiri sebenarnya ada beragam.
Kista fungsional : kista yang muncul secara normal mengikuti siklus menstruasi dan akan hilang dengan sendirinya.
Kista jinak : kista ini berkebalikan dengan kista fungsional karena tidak terkait sama sekali dengan siklus menstruasi. Kista ini bisa ditangani dengan operasi pengangkatan.
Kista ganas : kista inilah yang paling mematikan dan harus diwaspadai. Kista ini biasanya muncul karena kista jinak yang terlalu lama tidak ditangani hingga berubah menjadi sel ganas. Peralihan kista menjadi kanker disertai dengan timbulnya cairan berwarna coklat kental pada sisi ovarium.
Dr. Sita Ayu Arumi SpOG dari RSU Bunda, Jakarta mengatakan, “Baik kista yang normal (fungsional), jinak, sampai ganas, memiliki gejala yang tidak spesifik dan baru muncul saat ukurannya sudah besar.”
Berikut gejala penyakit kista yang bisa muncul.
- Pendarahan abnormal saat menstruasi
- Siklus menstruasi tak teratur
- Sulit hamil
- Nyeri pada tulang panggul
- Muncul rasa nyeri saat berhubungan seksual
- Susah buang air kecil ataupun besar
Memang tak semua kista menyebabkan kanker ovarium. Namun, alangkah baiknya kita sebagai wanita berhati-hati menjadi diri. Anda bisa memulai pencegahan dengan rutin memeriksa kesehatan secara berkala.
