Bernas.id – Mentalitas yang kuat akan membuat orang menjadi pribadi yang andal. Dalam kesepahaman, jiwa dan mental yang kuat bisa mengahadapi situasi yang sulit. Ketahanan kejiwaan akan memengaruhi terhdap etos pemikiran yang logis, maka tak ayal ketika jiwa sudah rapuh maka pemikiran mulai ngawur dan tak bertuju.
Kebuntuan seperti ini yang sering dijumpai dalam jiwa manusia, kurangnya bekal ilmu yang cukup akan membuat kejiwaan yang rapuh. Jalan pintas satu-satunya dalam menghadapi jiwa yang rapuh yaitu dengan ?berteriak? merugikan orang di sekitar. Dasar pemikiran ini yang bisa membuat kekacauan yang tidak akan berhenti dengan begitu saja, kurangnya komunikasi hati antara individu dalam dirinyalah yang membuat lepas kontrol dalam bertindak.
Apakah kita sering ngawur ketika mental kita sedang goyah? Situasi seperti ini lah yang harus kita kuasai untuk meningkatkan profesionalisme pemikiran kita. dengan berlatih dan berkomunikasi dengan baik maka setiap persoalan akan dihadapi. Jangan pernah menunjukan kelemahan terhadap orang lain, usahakan harus tetap kuat meskipun sedang mendapatkan cobaan.
Lingkungan sekitar akan memengaruhi terhadap mental, dengan bergaul bersama orang-orang yang berpikiran positif maka kita akan mendapatkan kebahagiaan. Jangan sampai terjerumus dengan mental tempe yang mudah sekali hancur, jika ingin mencapai sesuatu haruslah diperjuangkan, jangan sampai berhenti bahkan berteriak ketika sedang mengalami kegagalan. Jauhi dengan menunjuk kambing hitam bahkan menyalahkan seseorang, bijak dalam mengambil keputusan merupakan kepribadian yang santun.
“Musuhmu adalah teman dekatmu”, peribahasa inilah yang harus dijunjung untuk menguatkan mentalitas, dengan kewaspadaan maka kita akan berlatih untuk bisa menghadapi segala yang datang bertubi-tubi. Tetap raih cita-cita dan jangan sampai kendor untuk menggapainya, jangan membuat alasan seolah-olah terdzolimi karena itu bagian mentalitas yang buruk.
