Bernas.id – Terkadang yang terlihat tidak selalu memperlihatkan yang sebenarnya terjadi. Yang tertangkap mata kadang pula tak selalu menunjukkan pribadi seseorang. Fenomena pengangguran sudah terjadi di mana-mana. Ironisnya, kian hari jumlah pengangguran semakin meningkat. Padahal jika ditelaah lebih dalam si pengganggur adalah orang yang tergolong mumpuni di bidangnya. Sarjana lantas menganggur setelah lulus. Mengapa mereka berprestasi namun keberuntungan justru tak berpihak pada mereka?
Menurut W.J.S. Winkel Purwadarminto, ?Prestasi adalah hasil yang dicapai.” Sedangkan menurut DIKTI, “Berprestasi adalah bentuk pencapaian maksimal baik dari sisi akademik dan non akademik.” Dari kedua pendapat tersebut bisa ditarik satu kata kunci bahwa prestasi adalah pencapaian. Pencapaian tak sepenuhnya bersinar dengan jangkauan yang luas. Seakan terpatok hanya pada gelar atau kejuaraan yang disandang. Mahasiswa atau siapapun yang pernah berprestasi justru meredup di saat lingkungan membutuhkan sinarnya. Mengapa hal tersebut terjadi?
Motivasi menghilang
Seringkali kita menjumpai seorang penggiat ilmu gagal dalam berkembang. Kemungkinan penyebab hal ini terjadi adalah motivasi yang kurang kuat. Bahkan penenun kain bisa keliru membentuk motif jika dia tak fokus pada hasil akhir yang diinginkannya.
Kedisiplinan yang tercerai-berai
Jika Anda merasa berkecukupan dengan rangkaian prestasi yang Anda capai, namun terlupa makna sebuah kedisiplinan maka prestasi-prestasi tersebut akan sia-sia saja. Proporsi waktu harus menjadi keutamaan. Membagi waktu antara mengembangkan diri, keeratan dengan keluarga dan hal positif lainnya.
Ketidakpekaan terhadap sekitar
Tahukah Anda definisi berprestasi seyogyanya tidak boleh diartikan hanya mengoleksi penghargaan sebanyak-banyaknya? Prestasi adalah penghargaan yang sebaiknya dipertanggungjawabkan terhadap masyarakat. Jika Anda pandai menulis, maka berkaryalah lewat tulisan. Jika Anda lulusan pertanian, maka berinovasilah tentang penghijauan alam.
Mengejar prestasi sebanyak-banyaknya itu boleh-boleh saja, malah sangat dianjurkan. Namun, ingatlah bahwa kita hidup tak pernah sendiri. Jadilah bermanfaat karena prestasi Anda. Tebarkan ilmu semampu Anda dan jadilah bintang yang siap bersinar kapan pun saat terangnya dibutuhkan orang lain.
