Bernas.id – Mager atau yang sering disebut malas gerak ini merupakan penyakit kronis. Disebut pernyakit kronis karena jika dibiarkan begitu saja, maka mager ini bisa menjadi kebiasaan dalam diri kita, dan kebiasaan akan menjadi karakter. Tentu saja kita tidak ingin di cap sebagai orang yang malas. Nah mager ini ada dua jenisnya, yaitu mager fisik yang berarti anggota tubuh yang malas untuk melakukan aktivitas. Kedua adalah mager hati yaitu orang yang dalam keadaan diam pun enggan mengingat kebaikan dan apalagi mengingat Allah.
Didalam Al Qur?an pun kita dianjurkan agar tidak mager. ?Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)?. (QS. Al Insyirah: 7)
Lalu apa saja obatnya sehingga kita terhindar dari penyakit mager? yuk cek penjelasannya dibawah ini:
1. Berdzikir
Pernah suatu hari Hanzhalah dan Abu Bakar ra. datang menemui Rasulullah saw. Lalu Hanzhalah berkata, ?Munafiklah Hanzhalah, wahai Rasulullah!? Lalu rasulullah bertanya, ?apa maksudmu wahai Hanzhalah?? Lalu Hanzhalah berkata, “Wahai rasulullah ketika kami berada di sisimu dan ketika engkau menjelaskan tentang surga dan neraka seakan-akan kami melihatnya ada di depan mata kami. Sedangkan ketika kami kembali dari sisimu, kami kembali disibukkan dengan istri-istri dan anak-anak kami, dan kami kembali melakukan hal yang sia-sia dan perbuatan lalai. Lalu Rasulullah saw. bersabda: ?Demi Dzat yang jiwaku berada ditangannya. Jika kalian menetapi perbuatan ketika kalian berada disisiku dan berdzikir. Niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian dalam setiap langkah dan perjalanan hidup kalian. Tetapi yang demikian itu akan kau dapatkan jika kau rutinkan dari waktu ke waktu (HR. Muslim)
Nah sudah jelas agar kita dapat terhindar dari mager maka yang kita lakukan adalah dengan berdzikir kepada Allah dan dilakukan secara rutin. Sebagai mukmin yang benar maka sebaiknya ketika berdiam diri bahkan saat tidur pun hati dan pikiran kita tetap melantunkan dzikir kepada Allah.
2. Banyak beramal
Rasulullah Saw saja selalu memanfaat waktunya untuk banyak melakukan amal kebaikan bahkan salah satunya beliau tidak pernah meninggalkan 4 rakaat qabliyah zuhur karena pada waktu tersebut pintu-pintu langit dibuka. Lalu bagaimana dengan kita, jangankan shalat rhawatib, mungkin shalat 5 waktu saja masih menunda.
Usia itu sama dengan amalan kita. Berapa banyak amal kebaikan dan keburukan yang sudah dilakukan di dunia, kelak di akhirat akan di hisab. Jatah usia manusia semakin hari semakin berkurang bukannya semakin bertambah. Ketika mati tidak akan bisa lagi meminta kepada Allah untuk dikembalikan kedunia, dan penyesalanpun tidak ada gunanya lagi. Tidak ada yang lebih sakit selain pada hari tersebut. Berlomba-lombalah dalam kebaikan.
3. Lihatlah kebiasaan positif teman kita
Lihat kebiasaan teman kita, siapa yang paling baik salatnya, yang paling banyak sedekahnya, dan mana yang banyak ilmunya. Apa yang membuat mereka tidak mager. Kebiasaan apa yang selalu mereka kerjakan sehingga bisa melakukan berbagai macam aktivitas dengan hati mereka tanpa merasa lelah. Umar bin Khattab RA saja cemburu terhadap Abu Bakar RA karena keunggulannya dalam beribadah. Bahkan umar pun berusaha mengungguli amalan yang dilakukan oleh Abu Bakar. Lalu, apakah kita tidak cemburu terhadap teman kita yang ilmunya bahkan ibadahnya lebih baik dari kita?
