Bernas.id – Orang tua mana yang tidak ingin memiliki anak yang penurut, dan mendukung tiap ide yang orang tua inginkan untuk kebaikan mereka sendiri? Namun keinginan orang tua menjadi hal yang sulit tercapai karena komunikasi yang tidak sejalan. Tidak jarang orang tua dan anak yang hidup dalam satu atap tapi berperan bagai musuh, atau menjadi masing-masing tokoh yang bagai tidak saling mengenal satu sama lain.
Agar dapat berkomunikasi dengan baik dengan mereka, maka yang harus kita sentuh pertama kali adalah hati mereka. Untuk itu, siapkan telinga Anda untuk dapat berkomunikasi dengan mereka dengan 5 langkah ini!
1. Mendengar dengan penuh kesadaran
Ketika Anda mendengarkan anak Anda, Anda harus mendengarkan dengan penuh kesadaran. Kesampingkanlah segala hal lain yang mencuri perhatian Anda. Hentikan aktivitas spesial Anda. Paling tidak saat mereka berbicara, dengarkan dengan serius dan fokus, tatap matanya yang terpenting lain adalah tidak menyudahi topik pembicaraan.
2. Menjadikan anak sebagai pusat perhatian
Saat anak bercerita, jadikan ia tokoh utama dengan lampu sorot pada dirinya, tanpa Anda peduli, siapa Anda, jabatan dan posisi Anda. Berfikirlah lebih banyak tentang apa yang ingin mereka ceritakan pada Anda bukan berfikir tentang berapa lama waktu yang akan mereka bercerita dan menghabiskan waktu Anda. Pada saat tersebut, fokuslah bahwa Anda mementingkan mereka beserta semua keinginan dan keluhannya.
3. Belajar bersabar
Anda harus belajar bersabar untu mendengarkan semua keluhannya. Belajar pula untuk tidak memotong pembicaraan anak, walaupun dipertengahan omelannya ada kalimat atau sikap mereka yang salah dalam mengambil keputusan. Saat mendengarkan, belajar pula untuk tidak memberi kritis, karena saat anda mendengar, Anda hanya perlu menyediakan telinga Anda untuk berkomunikasi dengan mereka, bukan dengan mulut Anda. Yang paling sulit dan harus pula Anda lakukan adalah bersabar untuk mendengar kritikan atau kata-kata pedas mereka untuk Anda dengan tidak menyangkal sama sekali.
4. Mendengar dengan penuh kesadaran
Artinya pada saat Anda berkomunikasi dengan telinga, mendengarlah dengan penuh kesadaran bukan diam seribu bahasa dengan tatapan kosong entah kemana, namun selain menatap, Anda perlu melibatkan tangan Anda untuk merespon cerita mereka, dengan menepuk bahunya saat mereka menceritakan prestahi atau hal yang membanggakan mereka, mengelus kepala atau punggung mereka saat mereka menceritakan hal yang membutuhkan dorongan. Lakukan hal tersebut dengan tulus.
5. Menyimak aktif
Hal terakhir yang perlu Anda lakukan adalah menyimak aktif, adalah menyimak dengan memberi respon, Anda harus memberi respon seperti: ?Oh begitu?, ?Ya, Ayah mendengarkan?, ?Ya, ibu paham betul apa yang kamu rasakan?. Apabila menanggapi hal yang salah menurut Anda, ada perlu memberi respon seperti: ?Ayah/Ibu melihat bahwa kamu sangat marah, Ayah/Ibu mungkin tidak sependapat denganmu, namun Ayah/Ibu mengerti apa yang kamu rasakan.? Hal ini akan menyemangati mereka untuk mengeluarkan segala keluh kesah anak tanpa takut merasa salah mengucap dan menutup pembicaraan.
Cobalah untuk lebih banyak mendengar, karena kita diciptakan dengan dua telinga dan satu mulut, artinya lebih baik banyak mendengar daripada banyak berbicara.
