Bernas.id – Menurutmu apa yang paling menarik dari seseorang? Apa yang membuat seseorang merasa berharga di hadapan orang lain? Jabatan, kekayaan, popularitas atau kecantikan? Setiap orang berkemampuan memiliki apa saja yang dia inginkan. Kuncinya hanya pada mau atau tidak mau merubah diri. Jika hal-hal hebat terjadi padamu, sudah pasti kamu akan terlihat mempesona. Namun, bagaimana jika seandainya pesonamu dihantam fitnah? Biasanya jika orang tidak merasa bersalah akan mati-matian membela diri. Mungkinkah salah satu orang tersebut adalah kamu?
Jika cantik, kamu akan dilirik. Jika berada pada jabatan tinggi, kamu akan dihargai. Jika kaya harta, kamu akan dihormati. Prinsip ini tak terkatakan pada nasihat-nasihat bijak namun mendarah daging secara kasat mata. Setiap pencapaian akan membawamu pada pesona cara kamu. Sayangnya, keadaan tak selamanya berpihak pada kita.
Kita tak bisa memaksa semua orang menyukai kita. Sekalipun kita berusaha sebaik mungkin dengan setulus hati belum tentu prasangka baik yang selalu datang pada kita. Kekeliruan yang tidak disengaja malah menjadi noda pada image seseorang. Kesalahan sepele menjadi bahan gosip rekanan kerja. Fitnah memang lebih kejam. Mudah mengubah sabar jadi amarah. Tapi tahukah kamu ternyata cara ini tak akan mampu merusak pesonamu ketika kamu sedang difitnah? Cara ini diambil dari kisah ?Aisyah ra., istri Rasulullah yang pernah difitnah berzina.
Meyakini bahwa kita tak pernah sendiri
Ada orang tenang yang tiba-tiba menjadi riak arus dalam sungai. Merasa bahwa keadaan terfitnah adalah hal terburuk yang menimpanya. Alangkah lebih baik jika kita tak banyak kata. Tak banyak merangkai kata pembelaan diri. Yakini saja kita tak sendiri. Semua orang pernah berada di fase terfitnah atau terzalimi. Anggap saja ini cara Allah membuatmu semakin cantik karena kesabaranmu.
Mempercayai bahwa kebenaran selalu datang tepat waktu
Ternyata tak hanya soal takdir jodoh yang tiba tepat waktu lo. Kebenaran pun tak pernah meleset dari jadwal kedatangannya. Meski lisan sibuk mengklarifikasi fitnah, sebenarnya itu tak berpengaruh besar. Orang yang terfitnah amat sulit mendapat simpati orang lain. Fitnah yang meluas akan terklarifikasi justru jika muncul penjelasan dari luar. Entah dari mulut orang lain atau persaksian yang tidak disengaja. So, tenanglah jika kamu benar, maka kebenaran akan membelamu.
Bersikap cuek pada hal yang tidak penting
Coba saja perhatikan fitnah yang bertahan lama mengudara biasanya disebabkan karena si korban fitnah banyak ucap. Semakin sering kita mengklarifikasi, maka fitnah akan terus menerus menjadi buah bibir yang hangat. Namun, bila kita berusaha cuek pada fitnah itu, maka fitnah tersebut akan melenyap dengan sendirinya. Tak ada perdebatan berkelanjutan.
Nah, jika kamu berhasil melakukan ketiga tips di atas, dijamin kamu tak akan tersulut emosi. Stay cool saja, Sist! Kamu bisa tetap elegan meski fitnah secara kejam menghancurkan segala pesonamu.
