Bernas.id ? Hobi tak hanya sekadar pengisi waktu luang. Hobi yang terbukti mampu mendatangkan pundi-pundi uang. Berangkat dari hobi lahir bermacam-macam ide yang brilian. Inilah yang dialami Dessy dan Warid yang menekuni hobi mereka dalam bidang seni rupa. Berawal dari coretan-coretan sederhana, tercetuslah sebuah ide untuk mendirikan usaha di bidang desain pakaian.
Dessy Dwi Annisa Setyawati (21) dan Warid Moga Nugraha (22) merupakan mahasiswa prodi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Yogyakarta yang sama-sama berasal dari Jawa Timur. Persahabatan yang dimulai sejak awal kuliah ini ternyata membawa banyak berkah. Usaha dengan branding Doodledewe milik mereka dimulai sejak tahun 2016 lalu. Doodledewe memiliki produk unggulan berupa kaos dengan desain doodle yang dibuat sendiri oleh tangan sang perupa. Penamaan Doodledewe berasal dari kata doodle yang berarti ?coretan? dan dewe yang dalam bahasa Jawa artinya ?sendiri?. Jadi Doodledewe memiliki makna coretan gambar yang dibuat sendiri, kemudian diaplikasikan di kaos atau media lainnya. Selain itu pemilihan kata dewe juga mewakili nama mereka yaitu D ?Dessy? dan W ?Warid?.
Berawal dari keresahan akan gambar-gambar yang hanya jadi tumpukan tak berguna, mereka sepakat untuk mengembangkan keterampilan yang sudah dimiliki dan ilmu yang telah didapatkan dari bangku kuliah. Meski modal yang dimiliki masih sangat minim, Dessy dan Warid bertekad untuk menekuni usaha ini. ?Awalnya kami memang sama-sama hobi gambar, tapi kok sayang ya kalau gambarnya hanya dinikmati sendiri. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat kaos doodle. Orang lain kan bisa menikmati dan membeli karya kami. Apalagi setelah kami amati masih jarang yang bikin atau menawarkan produk seperti ini. Kami pun sudah semester tua, sudah harus cicil usaha dari sekarang, buat masa depan. Besok pas lulus tinggal mengembangkan,? tutur Dessy saat ditanyai ide awal pendirian Doodledewe.
Selain sebagai usaha mandiri, Doodledewe diharapkan mampu menjadi media perkenalan bahwa doodle yang selama ini hanya dikenal sebagai coret-coretan ternyata bisa menjadi barang seni, bahkan barang bernilai guna. Doodle juga dapat diaplikasikan dalam media lain seperti totebag, tempat pensil, stiker, pin, dan barang-barang merchandise lain.
Berbeda dari doodle-doodle yang lain, Doodledewe memiliki ciri khas tersendiri. Desain doodle hanya berwarna hitam dan putih menyerupai coretan spidol. Gambar yang dibuat memiliki tema random, sesuai yang sedang mereka tawarkan. Saat ini Doodledewe sedang menawarkan tema-tema etnik. Setiap satu kaos doodle dibandrol dengan harga Rp60.000,- sampai Rp70.000,- tergantung desain dan kerumitan saat proses sablon.
Proses usaha masih mereka kerjakan berdua. Mulai dari membuat desain, membeli bahan dan peralatan, dan menyablon. Meski peralatan yang digunakan masih seadanya, mereka menjamin bahwa produk mereka memiliki kualitas yang sangat baik. Tidak diragukan lagi bukan keterampilan anak-anak seni rupa?
Selama menjalankan usaha ini tidak banyak kendala yang mereka temui. Meski terkadang harus membagi waktu agar tidak bentrok dengan perkuliahan. Bagaimanapun mereka harus kuliah dulu, baru fokus ke perkerjaan. Masalah tersebut dapat diatasi karena tempat usaha berada di kost, tidak perlu pergi ke tempat lain, sehingga pekerjaan bisa langsung dikerjakan saat ada waktu luang.
Dengan dukungan orang tua dan teman-teman di sekitarnya, Dessy dan Warid yakin bahwa usaha ini akan membawa keuntungan yang besar. Terlebih minat dan apresiasi generasi muda terhadap benda-benda seni sudah semakin meningkat. ?Ya, pelan-pelanlah, yang penting sungguh-sungguh dan percaya kalau usaha kita akan berhasil. Usaha itu tidak dimulai dari modal yang besar, tapi keyakinan dan ketekunan yang besar, ? tutur Dessy saat ditanyai mengenai pesan untuk generasi muda.
Masih belum percaya hobi bisa jadi rejeki? Mereka berdua telah membuktikannya. Mau pakai kaos kece dari Doodledewe? Yuk segera order melalui narahubung yang ada di instagram mereka ya (@doodledewe).
