Bernas.id – Seorang ayah adalah pemimpin dalam rumah tangga. Menjaga dan melindungi keluarga. Selain ibu, peran ayah terhadap anak juga sangat penting. Ayah bisa menjaga dan mengontrol perkembangan anak. Seorang ayah pasti pernah membentak anaknya karena membuat kesalahan. Memerahi anak dengan membentaknya termasuk dalam bentuk kekerasan verbal yang bisa mempengaruhi psikis buah hati dan memiliki dampak negatif.
1. Menjadi ayah tegas, tidah harus dengan marah-marah dan membentak
Jika menginginkan menjadi ayah yang tegas, bisa dilakukan dengan mengingatkan tanpa harus memarahi sang anak.
2. Membentak dapat mengakibatkan kerusakan tumbuh kembang anak
Membentak anak ternyata memiliki efek negatif yang berat. Pakar mengatakan bahwa sering membentak anak akan mengalami gangguan tumbuh kembang. Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, mengatakan membentak anak dapat merusak anak. kerusakan bisa bertahan, hingga anak remaja bahkan dewasa. Artinya, anak-anak dalam tumbuh kembang saraf di otaknya juga belum sempurna, karena masih dalam tahap pengembangan. Ketika dibentak dengan suara keras anak akan terguncang yang otomatis akan merusak sistem sarafnya.
3. Ayah berteriak kepada anak-anaknya akan terjadi kerusakan struktur otak pada anak
Pada otak anak yang sering dibentak, saluran penghubung antara otak kiri dan otak kanan menjadi lebih kecil. Hal ini mempengaruhi area otak yang berhubungan dengan emosi dan perhatian. Perubahan ini akan terjadi ketika anak menjadi tumbuh dewasa akan menyebabkan kecemasan, depresi dan gangguan kepribadian, resiko bunuh diri dan aktivitas otak yang mirip dengan epilepsi.
4. Merasa mendapat kekerasan, anak akan menirukan kebiasaan buruk yang diterimanya
Psikologi Ratih Zulhaqq, M.Psi mengatakan bahwa terlalu sering membentak anak, anak akan merasa mendapat kekerasan. Terbentuklah pemikiran bahwa membentak, memukul dan tindak kekerasan lain adalah bentuk kasih sayang. Akibatnya, anak akan meniru hal tersebut dalam kesehariannya. Karena bagaimana pun juga anak melihat apa yang di lakukan oleh ayahnya. Dia jadi mudah marah, sulit mengendalikan, emosi, dan suka teriak-teriak. Sering mendapatkan tindak kekerasan baik verbal atau non verbal, juga berdampak buruk terhadap psikis anak.
5. Membentak anak yang beranjak remaja justru tidak baik
Remaja dengan usia 13 tahun yang kerap dibentak oleh orang tua ternyata memperlihatkan gejalanya seperti depresi, dibandingkan dengan teman-temannya yang tidak diperlakukan demikian. Remaja yang terlalu sering di entak atau diteriaki, justru akan memperburuk perilakunya.
6. Memarahi anak di depan orang lain akan menurunkan tingkat kepercayaan dirinya
Kerap kali seorang ayah atau ibu dijadikan panutan oleh seorang anak, sehingga tanpa disadari kebiasaan tersebut akan ditiru termasuk dengan nada tinggi. Apabila anak dimarahi di depan orang lain, tentu akan mempertaruhkan harga diri mereka, saat sedang berada di tengah lingkungan pertemanan.
7. Seorang anak yang sering diteriaki atau dibentak, akan kehilangan inisiatifnya karena takut salah.
Anak yang sering dibentak dan dimarahi, jadi kurang inisiatif karena takut salah. Dia hanya melakukan apa saja yang diminta oleh ayahnya.
Untuk para orang tua khususnya ayah, seharusnya mampu mengontrol emosi agar tidak berdampak buruk terhadap anak. tegas sih boleh tapi perhatikan psikis anak layaknya. Karena bagaimana pun juga, mendidik anak memiliki aturan, seperti yang telah dijelaskan dalam hadits berikut
Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka bukan hidup di zamanmu.
(Ali bin abi thalib)
