Bernas.id – Tahun 2017 akan segera kita lalui, dan sebentar lagi kita akan memasuki tahun baru. Ini kesempatan bagi kita untuk ber-muhasabah (mengevaluasi diri) tentang kesempatan waktu yang telah diberikan kepada kita. Sudahkah kita pergunakan kesempatan dengan melakukan banyak kebaikan, ataukah masih banyak perbuatan buruk yang kita lakukan.
Beruntung ketika ketika kita masih diberikan kesempatan untuk bernapas, untuk hidup di tahun mendatang. Artinya masih ada kesempatan bagi kita untuk memanfaatkan waktu untuk berbekal menghadapi hari yang sudah pasti. Kini saatnya kita untuk bertekad agar kita menjadi orang-orang yang lebih baik lagi dibandingkan kita yang sebelumnya. Bukanlah termasuk orang yang merugi ketika hari ini lebih buruk dari hari kemarin? Tidak mau kan menjadi orang yang merugi?
Untuk itulah, marilah kita pergunakan waktu menjelang pergantian tahun ini, untuk banyak bertobat dari perbuatan-perbuatan tidak baik kita. Karena tobat merupakan perintah Allah SWT untuk kita para hamba-Nya. Seperti dalam firman Allah:
?Mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya.?
(Hud: 90)
?Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang sesungguhnya.?
( At-Tahrim: 8).
Sangat jelas bukan, jika Allah SWT meminta hamba-Nya untuk bertobat dan dengan tobat yang sesungguhnya? Sampai Allah SWT memerintahkannya untuk tobat yang sesungguhnya, karena ternyata banyak dari hamba-Nya yang bertobat, kemudian mengulang lagi kesalahannya, dengan dalil toh nanti bisa bertobat lagi.
Dalam hadist, Rasulullah SAW menyampaikan, Abu Hurairah ra. berkata, ?Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ?Demi Allah, sesungguhnya aku membaca istighfar dan bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.?
(HR Bukhari).
Masya Allah, Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga saja, melakukan pertobatan dengan mengucapkan istighfar sampai tidak kurang 70 kali sehari. Bagaimana dengan kita?
Allah SWT memberikan rambu-rambu kepada kita, bagaimana cara seorang hamba untuk bertobat.
1. Menghentikan dosa/kemaksiatan itu
Segeralah menghentikan maksiat begitu kita tersadar. Segera hentikan saat itu juga sebelum ada bisikan untuk melakukan kemaksiatan yang lebih besar lagi.
2. Menyesalinya
Sesali kemaksiatan yang sudah terlanjur kamu buat. Selain bisa merugikan dirimu sendiri, maksiatmu bisa merugikan orang lain juga. Menyesalah dengan sepenuh penyesalan.
3. Bertekad untuk tidak melakukan kemasiatan lagi
Ini janji yang sangat berat. Berjanjilah bahwa kamu tidak akan melakukan kemaksiatan lagi di masa yang akan datang. Cukuplah kemaksiatan yang pernah kamu lakukan menjadi pembelajaran.
4. Membebaskan diri dari hak tersebut
Jika dosa/maksiatmu berhubungan dengan orang lain, maka selesaikan urusanmu dengan orang lain tersebut dan mintalah keikhlasannya untuk memaafkanmu.
Selagi ada kesempatan, manfaatkan dengan baik untuk terus memperbaiki diri. Momentum pergantian tahun ini bisa kita pergunakan dengan baik untuk merubah hal-hal tidak baik pada diri kita. Karena dengan kita bertobat, itulah salah satu cara untuk meraih kecintaan Allah SWT.
?Sesungguhnya, Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri.?
(Al-Baqarah: 222).
