Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    PDA Kota Yogyakarta Gelar Workshop Video Promosi untuk UMKM Perempuan

    June 20, 2026

    Wabup Sigi Resmi Jadi Ketua KONI, Target Cetak Atlet Berprestasi

    June 20, 2026

    IMM Sulteng Desak Evaluasi Total Program MBG Nasional

    June 20, 2026

    41 Mantan Pekerja PT IGP Internasional Ajukan Pencatatan Perselisihan ke Disnaker Sleman

    June 20, 2026

    Reksonegaran Festival #2: Pendidikan Berkarakter dengan Sentuhan Seni dan Keluarga

    June 20, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan, Perumda Pasar Jaya Gelar Bazar UMKM dan Kuliner

      June 19, 2026

      Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

      June 15, 2026

      Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

      June 13, 2026

      Bank Jakarta Usung Visi Financial Operating System untuk Perkuat Ekosistem Kota

      June 8, 2026

      Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Kota Inklusif

      June 7, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Pendidikan»Pendidikan Karakter dalam Budaya Ngayogyakarta Hadiningrat
    Pendidikan

    Pendidikan Karakter dalam Budaya Ngayogyakarta Hadiningrat

    Christina DewiBy Christina DewiNovember 8, 2021No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Tidak ada yang abadi di dunia ini, oleh karena itu perlu menjalankan pola hidup sehat terutama kesehatan mental, juga mengatur uang dimana pengeluaran dijaga di bawah hasil yang kita peroleh. Sehingga perlu diupayakan adanya beberapa sumber penghasilan. 

    Dan yang terpenting jangan kehilangan tepa selira atau tenggang rasa. Sebagaimana prinsip orang Jawa yang nyawiji atau sama antara pikiran ucapan dan tingkah laku, greget yaitu mengerjakan sesuatu dengan penuh semangat dan kesungguhan, sengguh yaitu percaya diri dengan tidak menjadi sombong atau merendahkan orang lain, serta mingkuh yang berarti tidak lari dari tantangan dan tidak takut menghadapi kesulitan. 

    Demikian diungkapkan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, Penghageng Tepas Tandha Yekti Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sekaligus Ketua Harian Dewan Pertimbangan UNY dalam kuliah umum mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial (FIS) belum lama ini. 

    Baca Juga : Mahasiswa UNY Terpilih Sebagai Duta Bahasa DIY

    Lebih lanjut GKR Hayu mengatakan, bahwa masyarakat Jawa pada umumnya dan DIY pada khususnya agar tidak melupakan sangkan paraning dumadi yaitu asal usul kita. 

    “Dari mana kita berasal dan ke mana kita akan kembali, oleh karena itu manfaatkan hari-hari yang dilalui dalam hidup untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama,” ungkap putri keempat Sri Sultan Hamengkubuwono X dengan GKR Hemas tersebut. 

    Wanita yang dulu bernama Gusti Raden Ajeng Nurabra Juwita tersebut mengingatkan untuk tidak melupakan manunggaling kawulo Gusti, dimana rakyat butuh pemimpin dan pemimpin butuh rakyat sehingga dapat bergerak bersama sebagai satu kesatuan. 

    Baca Juga : Robot Abhinaya UNY Raih Juara Pertama Kontes Robot Tematik Indonesia

    GKR Hayu menutup paparannya dengan perlunya memiliki ketenangan batin dengan kesehatan mental dan jangan menunggu hingga broken heart, karena batin yang tenang jadi kunci menjaga kesehatan dan desperation berpotensi mengundang lingkungan yang salah. 

    “Semua harus dicapai sendiri, tidak bisa dibeli atau diwakilkan,” tutupnya. 

    Kuliah umum Pendidikan Karakter dan Etika Profesi tersebut diikuti oleh lebih dari 1000 orang mahasiswa baru FIS secara daring. 

    Dosen pendidikan karakter dan etika profesi FIS Grendi Hendrastomo, MA mengatakan, sebagai salah satu perguruan tinggi kependidikan, UNY berkeinginan untuk mengembangkan mahasiswanya tidak hanya unggul dalam hal ilmu pengetahuan saja tetapi juga memiliki karakter sebagai landasan berkehidupan bermasyarakat. 

    “Dengan latar belakang budaya mahasiswa UNY dari beragam daerah menjadi kekayaan yang luar biasa sehingga turut memperkaya pertautan budaya di Yogyakarta,” kata Grendi. 

    Harapannya para mahasiswa dari luar Yogyakarta pada akhirnya akan menjadi bagian dari warga Jogja, sehingga perlu bagi mahasiswa mengenal Yogyakarta dari berbagai aspek, mulai dari aspek sejarah, sosial hingga budaya. 

    Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tentunya tidak sekedar simbol, ada sejarah dan budaya masyarakat DIY yang perlu diketahui oleh mahasiswa, sehingga mereka dapat mengenal Yogyakarta, bisa beradaptasi dan menyelami falsafah/pedoman hidup untuk mengembangkan jati diri dan karakter adiluhung. 

    Kegiatan bertajuk 'Keistimewaan Yogyakarta dan Nilai-Nilai Karakter Sebagai Pedoman Hidup Masyarakat' ini merupakan pengejawantahan semangat penguatan karakter dengan mengenalkan budaya Jogja, keistimewaan Yogyakarta dan nilai karakter yang menjadi pedoman hidup masyarakatnya. 

    Mahasiswa yang belajar di FIS perlu untuk menyelami budaya dan karakter masyarakat Jogja bukan untuk memaksa berubah dan menerima karakter budaya Yogyakarta, tetapi sebagai bagian dari upaya untuk mengenalnya dengan beragam budaya dan karakter adiluhung yang dapat dipergunakan dalam berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus menguatkan karakter individu menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain, mengayomi dan menghargai perbedaan. Oleh sebab itu penting untuk sedari awal mengenalkan keistimewaan Yogyakarta baik dari budaya, karakter dan pedoman hidup masyarakatnya.

    Prof. Ajat Sudrajat pakar karakter UNY yang menguatkan dan mengingatkan mahasiswa, bahwa Yogyakarta menjadi Istimewa karena memang ada banyak nilai-nilai filosofi karakter yang kuat yang membentuk masyarakat Jogja. 

    “Keistimewaan dan Budaya Yogyakarta serta sejarah yang melatarbelakanginya perlu dipahami oleh mahasiswa sehingga mereka dapat mengenal Yogyakarta, bisa beradaptasi dan menyelami falsafah atau pedoman hidup untuk mengembangkan jati diri dan karakter adiluhung,” tuturnya. (cdr)

    Pendidikan
    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Christina Dewi

    Related Posts

    Magister Manajemen (S2) Universitas Borobudur Terakreditasi Unggul

    June 17, 2026

    UKDW Kukuhkan Guru Besar Termuda: Prof Anton Soroti Peran AI dalam Pendidikan dan Analisis Teks

    June 17, 2026

    Rayakan Anniversary ke-2, Rangkul Tangan Berbagi Senyum Bersama Adik-Adik Rumah Singgah Sahabat

    June 15, 2026

    Maria Magdalena Lulus Doktor Ilmu Hukum Cumlaude Lewat Disertasi Model Hak Penggandaan Musik di Era Digital

    June 12, 2026

    Sebagai Lokasi SSE UM-PTKIN 2026, UIN Sunan Kalijaga Beri Layanan Ujian yang Responsif dan Humanis

    June 8, 2026

    Tingkatkan Kualitas Hukum Digital, Tim Riset Doktoral Unbor Studi Komparasi Terkait Right to be Forgotten ke Spanyol

    June 4, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    Profesor Mohamed Shamji Resmi Menjabat sebagai Presiden EAACI saat Kongres 2026 Ditutup di Istanbul

    June 20, 2026

    Mavenir berkolaborasi dengan Red Hat untuk meluncurkan Platform AI Terintegrasi yang mengubah operator menjadi penyedia layanan AI

    June 18, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    Massa dari Berbagai Daerah Turun ke Jakarta, Dukung Kebijakan Kerakyatan Prabowo

    June 19, 2026

    Putri Alya Sidik, Penulis Cilik di Tengah Rendahnya Tingkat Literasi Masyarakat

    June 10, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    PDA Kota Yogyakarta Gelar Workshop Video Promosi untuk UMKM Perempuan

    June 20, 2026

    IMM Sulteng Desak Evaluasi Total Program MBG Nasional

    June 20, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.