Bernas.id – Membahagiakan orang tua adalah keutamaan dalam kehidupan yang harus tetap dijaga. Bukan memberi alasan tak mampu sebab tak ada waktu dan alasan lainnya, tapi memaksimalkan segala upaya dalam keterbatasan. Kala diri merantau, ini bukan menjadi pemutus untuk tidak dekat dengan mereka. Kecanggihan teknologi memberikan kemudahan untuk kita menjaga mereka. Sekalipun jarak fisik terbentang, hati yang mendekat akan menjadi kekuatan untuk mereka orang berharga dalam sepanjang kehidupan.
Waktu yang selalu ada, perjuangan yang diberikan sesuai versinya, kekuatan doa darinya, tidak akan mampu tergantikan sekalipun dengan seluruh harta dan segala hal yang kita miliki. Ketulusan dari ayah ibu menjadi kekuatan tersendiri untuk diri dalam melakukan banyak aktivitas, kalaupun mereka tak sebaik yang diharapkan, bukan berarti ini menjadi diri jauh dengannya. Kita tak akan tahu secara menyeluruh akan apa yang dilakukan orang lain, termasuk orang tua sekalipun dengan sikap dinginnya.
Bagaimana akan membahagiakannya? Manakala alasan terbesar kesuksesan untuk dia, sedang diri memilih membentangkan jarak. Jarak tidak selalu bermakna akan sekian kilometer yang terbentang, tapi lebih bagaimana ikatan dalam hati untuk menjaga mereka. Mengurangi kebersamaan sebab aktivitas. Membentang jarak sekian hari dan merasa cukup dengan menggantinya dalam sekian jam, sedang diri memiliki batas waktu yang tiada pernah tahu kapan masa itu hadir. Masa di mana diri sudah tak lagi dapat berbakti secara penuh sebab telah berpindah (bagi perempuan muslim) atau sudah tiada. Kita tak akan pernah tahu akan seperti apa kelak, ketika sekarang diberi waktu untuk bakti dan dapat melakukan hal itu bila diusahakan, kenapa harus menunggu nanti?
Banyaknya keajaiban bisa saja bersumber dari doanya. Segala kemudahan datang, tidak lepas dari untaian panjang yang tak pernah terlupa untuk menjadi pinta utama. Walau sedang dalam kondisi yang tidak baik, diri mungkin mengecewakannya, seorang ibu dengan ketulusannya tak akan absen meminta kebaikan untuk anaknya. Kelembutan hati yang diberikan oleh Allah menjadikan doa ibu mampu menembus langit dan hampir tak tertolak untuk setiap pintanya. Segala ucapannya bahkan melebihi mantra yang mudah untuk menjadi nyata sebab Allah berikan kekuatan akan kata pada seorang ibu.
Lelah, efektivitas waktu, dan sebagainya, mengerdil sehingga menjadi alasan yang tak seberapa. Mengganti semua waktu yang hilang dengan melipat jarak, menghapus segala alasan sehingga kita mampu menjaga ayah ibu seperti masa dahulu saat diri masih selalu dalam dekapannya. Kala puluhan hingga ratus kilometer terbentang di antara diri dan orang tua, bisa saja diri tetap dekat, apalagi dengan kecanggihan teknologi. Memulai kebaikan untuk mendekat tak akan sia-sia. Ketika dirasa di awal masih canggung karena tidak terbiasa, lanjut saja hingga kenyamanan itu terbentuk sebab telah biasa. Kenyamanan yang akan menghadirkan rasa sejuk di hati dan ketenangan sebab rida dari mereka terasa lebih dekat.
