Bernas.id – Apa yang sering ada di pikiran kalian kala hujan datang membasahi bumi? Pasti berbagai penyesalan dan rutukan yang datang di benak kalian. Gara-gara hujan, kalian tidak bisa pulang. Gara-gara hujan, kalian jadi mengurungkan diri untuk main. Dalam pikiran kalian, hujan adalah penghambat segala aktivitas.
Hujan datangnya selalu dianggap merepotkan, menghambat, dan selalu dirutuki. Padahal, apa salah hujan sehingga membuat datangnya selalu tak diharapkan? Tahukah kalian jika sebenarnya hujan datang dengan membawa segenap kelimpahan nikmat untuk kita semua?
Coba pikirkan seandainya tak ada hujan yang mengguyuri tanah kita. Bumi akan kering kerontang. Kekeringan merajalela. Paceklik melanda. Tanaman mati kekeringan. Manusia juga kan, yang akan kerepotan jika seperti ini?
Hujan adalah sebuah anugrah dari Allah. Malaikat Mikail, yang memiliki tugas membagi rezeki, menurunkan hujan dari langit. Hujan deras bisa membuat orang menjadi lebih sehat dan tidak mudah sakit, lho. Makanya, anak-anak kecil yang suka bermain hujan-hujanan pastinya lebih sehat dibanding mereka yang dimanja dan dilarang oleh orangtuanya.
Itulah sebabnya kenapa orang zaman dahulu sehat-sehat. Mereka sering bermain hujan. Hujan bukanlah sebuah penghalang. Kenikmatan dan rezeki dari Allah, selalu disambut dengan gembira.
Saat hujan, ada satu hal lagi yang paling penting. Doa yang dipanjatkan sewaktu hujan, insya Allah akan dikabulkan oleh Allah. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al Hakim dan Al Baihaqi menyebutkan, “doa tidak tertolak pada dua waktu, yaitu saat adzan berkumandang dan ketika hujan turun”. Nah, jadi, cobalah panjatkan doa ketika hujan turun! Jangan lagi menganggap hujan sebuah beban, apalagi penghambat aktivitas.
Mulai sekarang, sambutlah hujan sebagai anugerah dari Allah. Bermainlah di tengah hujan, tertawalah dan panjatkan doamu!
