Bernas.id – Hai, kalian sedang menempuh studi di perguruan tinggi? Kalau dulu masih zaman sekolah menengah atas, banyak yang beranggapan menjadi mahasiswa itu lebih mengenakkan dari pada sewaktu sekolah menengah yang setiap harinya harus masuk, sedangkan saat menjadi mahasiswa hanya akan tatap muka atau bertemu di jam-jam tertentu. Padahal untuk menjadi mahasiswa pun sama saja. Tergantung bagaimana untuk menyikapinya. Menjadi mahasiswa kalau pun sudah tingkat akhir juga sama akan mendapatkan ujian seperti di kelas 3 SMA. Nah, kalian mahasiswa tingkat akhir? Tentunya tidak jauh dari kata skripsi ya.
Dapat dosen pembimbing seperti apa? Baik? Killer? Karena tidak semua mahasiswa bisa mendapatkan dosen pembimbing yang seperti diinginkan. Tapi di sini kita akan bahas gimana sih caranya ngadepin dosen pembimbing killer itu? Tentunya yang enggak nyusahin dan enggak menghambat ketika harus menyelesaikan skripsi.
OK! Ada beberapa jurus jitu ketika kita harus mendapatkan dosen pembimbing killer. Yuk simak ya!
1. Buatlah janji dan datang tepat waktu.
Begini, dosen pembimbing itu kan biasanya super sibuk. Semakin killer dosen pembimbing berarti semakin tegas pula waktunya. Oleh karena itu, baiknya datang setidaknya setengah jam sebelum bimbingan. Kenapa harus bikin janji? karena kita enggak tahu jadwal dosen pembimbing sepadat apa. Oh iya, yang killer pun mayoritas banyak permintaan, jadi harus pintar-pintar mengambil peluang kepada dosen pembimbing.
2. Berpakaianlah yang sopan, rapi dan menarik.
Kenapa harus sedemikian? Berpakaian yang sopan dan rapi tentunya menarik. Dosen pembimbing akan bersemangat dalam membimbing skripsi. Sebisa mungkin berpakaianlah yang sewajarnya ketika ada di lingkungan kampus. Karena, mahasiswa yang berpakaian sopan, rapi dan menarik akan menunjukkan identitasnya.
3. Jangan selalu beranggapan dosen pembimbing itu killer.
Ketika berkumpul bareng teman-teman menanyakan soal dosen pembimbing. Dan ada yang mengatakan ?Dosen pembimbing itu killer, karena gua aja bimbingan selalu bla bla bla.? Jangan selalu mengambil kesimpulan dari perkataan orang lain. Justru akan menghambat kita dalam menyelesaikan skripsi. Ubahlah mindset ketika dosen itu killer dengannya, tapi belum tentu killer dengan kita. Karena se-killer-killer-nya dosen pembimbing itu juga dosen kita dan setiap harinya juga akan ketemu. Jangan jadikan beban, tapi terimalah dengan hati ikhlas agar skripsi kita segera selesai. Kesampingkan sesuatu hal yang justru akan membuat hati down dan pikiran.
4. Dosen pembimbing killer banyak permintaan.
Yah, begitu dosen pembimbing. Di semeseter bawah memberi motivasi untuk segera lulus dengan IPK baik dan tepat waktu. Akan tetapi, dosen pembimbing ketika ngebimbing banyak permintaan. Terkadang lupa apa yang diucap kemarin sehingga sekarang harus mengubah lagi. Kapan lulusnya kalau begini terus? Tegaslah terhadap dosen pembimbing, tegas dalam menyikapi apa yang dikatakan dosen dengan jawaban yang sesuai dengan isi skripsi. Inget ya, tegas bukan berarti membantah, tapi konsisten apa yang dikerjakan dalam skripsi.
5. Sebelum bertanya cek dahulu.
Ketika dosen pembimbing menjelaskan, jangan langsung bertanya. Yang membuat dosen pembimbing malas membimbing kita. Tapi cek dahulu apa saja yang sekiranya belum mengerti. Eggak apa-apa kalau tidak pintar-pintar banget, seenggaknya di depan dosen pembimbing jangan terlihat bodoh juga.
6. Kuatkan mental.
Dosen pembimbing yang killer biasanya omongannya suka pedas. Jangan ambil pusing sobat, perkataan dosen pembimbing jangan selalu dimasukkan ke hati. Untuk itu, belajarlah dari pengalaman saat dosen pembimbing sedang ngomel-ngomel. Bolehlah kita keras kepala, tapi ingat jangan selalu tutup kuping karena dosen pembimbing ngomel juga ada manfaatnya loh. Membuat mental kita kuat.
7. Mendekatkan diri sama Allah swt.
Kalau kita sudah usaha yang setiap hari menemui dosen dan sabar menunggu dosen. Jangan lupa untuk selalu tawakal kepada Allah swt. Percaya deh, kalau kita sedang berada pada titik jenuh mengerjakan skripsi, kita mulai putus asa karena dapet dosen pembimbing yang killer atau mungkin sudah capek dengan proses menyelesaikan skripsi. Dekatkan diri sama Allah swt, niscaya Allah akan menoong kita. Asal kita mau bersabar. Jangan berprasangka buruk dengan Allah swt akan ada faedah dari doa-doa kita.
8. Tetap semangat dan motivasi itu perlu.
Mahasiswa yang sudah jenuh dengan skripsi karena banyak hal? Itu banyak. Mulai biasakan diri membangun hati dan pikiran sendiri dan jangan bergantung kepada orang lain. Berjalanlah sesuai dengan porsinya. Membaca buku yang bisa membangkitkan motivasi kita.
Nah, itu tadi jurus ngadepin dosen pembimbing killer. Buat kalian yang sedang skripsi, semoga lancar dan bisa lulus tepat waktu. Kerjakanlah skripsi kalian, karena menunda skrispi satu hari berarti menunda menikah satu hari pula.
