Bernas.id – Tak banyak orang menyadari bahwa waktu adalah kekayaan yang paling berharga. Sehingga banyak waktu yang terlewati begitu saja tanpa ada hasil yang dibawa. Waktu merupakan kunci dari segala sesuatu. Bagaimana tidak, tanpa waktu kita bukan apa-apa. Dengan waktu kita bisa memiliki segala yang kita mau, mampu menikmati segala anugerah yang Allah berikan. Waktu tak memiliki wujud, tapi ia terus berjalan dan tidak akan pernah kembali. Kehidupan dan waktu saling berkaitan, memiliki satu-kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Waktu merupakan kenikmatan yang paling besar dan sering terlupakan. Sadarilah waktu kehidupanmu memiliki batasan. Jangan menyesali setelah nasi sudah menjadi bubur, itu penyesalan yang sia-sia. Waktu takkan pernah bisa diputar kembali. Waktu terus berjalan tak peduli apa yang kamu lakukan dengannya, itu pilihanmu. Waktumu adalah hidupmu.
Aturlah waktumu dengan baik. Memanfaatkan waktu untuk kebaikan, jangan sia-siakan dengan penyesalan yang tak berguna. Bersegeralah berbuat kebaikan dengan sisa waktu yang kamu miliki. Belum tentu di beberapa waktu ke depan kamu masih mampu melakukan aktivitasmu seperti biasa.
?Waktu bagaikan pedang yang terhumus, siap menelan mangsanya.?
Bila pemilik waktu tak mampu menggunakan waktu sebagaimana mestinya. Maka dia akan sengsara karena waktu yang telah dia abaikan. Itu merupakan kerugian yang sebenarnya. Misalkan saja seorang pembisnis mengalami gulung tikar hingga tersita aset pribadi yang dia miliki. Tapi, dalam beberapa waktu ke depan dia mampu mengembalikannya seperti semula. Sedangkan waktu takkan bisa dihentikan atau pun kembali, waktu yang terlewatkan tak bisa diganti. Hanya pada waktu yang tersisa itu kamu bisa memanfaatkannya.
