Bernas.id ? Membludaknya tahanan dan maraknya aksi kekerasan di dalam penjara menjadi masalah pelik yang tengah menimpa kompleks penjara di Brazil. Metode rehabilitasi alternatif pun dicoba oleh aparat Brazil supaya para tahanan bisa membaur kembali di antara masyarakat begitu masa tahanannya sudah berakhir.
Metode tersebut adalah dengan mengirimkan para napi untuk mengikuti upacara tradisional ayahuasca. Saat mengikuti upacara ini, para peserta akan meminum ramuan tradisional ayahuasca sebelum kemudian menjalani ritual serupa meditasi dengan dipandu oleh pemimpin spiritual.
Upacara ayahuasca aslinya adalah upacara spiritual yang hanya dilakukan oleh penduduk pribumi Amazon. Namun selama beberapa tahun terakhir, upacara tradisional ini kian banyak dilirik oleh penduduk dari dalam dan luar Brazil karena dianggap bisa membawa ketenangan mental bagi pelakunya.
Hal itu pula yang mendorong kelompok aktivits Acuda saat mereka meminta agar para napi dilibatkan dalam upacara ini. Lobi mereka berhasil dan kini setiap bulannya, sebanyak 15 napi akan dibawa ke kuil untuk mengikuti upacara ayahuasca dengan diawasi oleh staf dari Acuda.
?Banyak orang di Brazil berpikir kalau narapidana harus menderita, kelaparan, dan berada dalam kondisi serba buruk. Pola pikir macam itulah yang menciptakan sistem di mana mantan narapidana justru menjadi lebih garang dibandingkan saat sebelum masuk ke dalam penjara,? kata psikologis Euza Beloti.
Salah seorang tahanan mengakui adanya perubahan pada dirinya seusai mengikuti upacara ayahuasca. ?Saya akhirnya sadar kalau saya sudah berada di jalur yang salah dalam hidup. Setiap pengalaman membantu saya berkomunikasi dengan korban saya untuk memohon ampun,? ujarnya.
Pihak Acuda sendiri mengakui kalau masih terlalu dini untuk menilai efektifitas dari metode ini sebagai akibat dari masih sedikitnya napi yang mengikuti upacara ayahuasca. Namun mereka optimis kalau metode ini bisa menjadi langkah awal yang bagus untuk mengatasi masalah yang tengah menimpa lingkungan penjara Brazil.
