Bernas.id ? Berbeda agama tidak lantas menjadi alasan untuk bersikap tutup mata ketika golongan agama lain tertimpa musibah. Hal itulah yang ditunjukkan oleh Paus Francis. Pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia tersebut menunjukkan rasa solidaritasnya atas bencana yang belum lama ini menimpa kaum Muslim di Mesir.
Saat memimpin doa pada hari Minggu (26/11/2017) di Lapangan Santo Petrus, Paus meminta kepada para jemaat untuk melakukan aksi mengheningkan cipta selama 1 menit. Tujuannya untuk menghormati para korban tewas dalam insiden serangan di Masjid Al-Rawdah, Sinai, Mesir timur.
?Para korban sedang berdoa pada waktu itu. Kita juga berdoa dalam kesunyian kepada mereka,? kata Paus seperti yang dikutip oleh ABC News. Ia lalu menambahkan kalau serangan yang terjadi di Masjid Al-Rawdah menimbulkan rasa sakit yang amat dalam.
Paus kemudian melanjutkan kalau dirinya bakal terus mendoakan para korban tewas, korban luka, serta kepada semua pihak dalam komunitas tersebut yang turut menerima dampak dari serangan teror ini. Sebelumnya melalui aplikasi media sosial Telegram, Paus juga memberikan kecamannya kepada pelaku teror.
Insiden serangan di Masjid Al-Rawdah bukanlah satu-satunya topik internasional yang dibahas oleh Paus pada akhir pekan lalu. Ia juga meminta kepada para jemaat untuk berdoa terkait masalah krisis Rohingya di Myanmar dan Bangladesh. Kebetulan Paus pada akhir November ini memang bakal melakukan kunjungan langsung ke dua negara tadi.
