Bernas.id – Keluarga adalah bagian terpenting dari diri kita. Dari sebuah keluarga kita berasal dan menjadi seperti sekarang adanya. Dari keluarga juga kita mengenal mimpi dan dunia.
Namun, ada kalanya keluarga justru menjadi penghancur mimpi dan pihak yang paling banyak melukai. Banyak permasalahan yang terjadi dalam keluarga baik besar maupun kecil yang mampu menjadi potensi kita terluka. Misalnya saja; perpisahan kedua orang tua, ketergantungan salah satu saudara kandung, ketiadaan dukungan atas keputusan-keputusan yang kita ambil dan sebagainya.
Kadang keluarga tidak mampu sepenuhnya memahami bagaimana kegundahan, permasalahan dan trauma yang kita miliki dalam perjalanan hidup. Ada dalam sebuah keluarga bukan jaminan kita akan dimengerti sepenuhnya. Ada kalanya keluarga selalu bersandar pada kita, sedangkan kita tak lagi sanggup menjadi tiang sandaran itu sendiri.
Pergi dari keluarga bukanlah yang pantas untuk dilakukan, bagaimana pun keluarga akan menjadi tempat kita kembali dari hiruk pikuknya dunia dan segala permasalahannya. Namun, terus terlilit masalah yang sama sepanjang hidup pun bukan sesuatu yang mudah untuk dijalani.
Penat, bosan, bingung, marah, adalah emosi yang mungkin kita rasakan. Campur aduk rasa yang ada dalam hati sering membutakan kita dalam menilai dan memutuskan langkah yang diambil.
Sesekali kita perlu sedikit menjauh untuk melihat bagaimana keluarga tanpa kita. Menjauh bukan berarti kita pergi dan meninggalkan keluarga selamanya. Namun, menjauh hanya dalam bahasa kiasan pun akan terus membawa kita pada pusaran masalah yang sama.
Kiranya menjauh dengan cara pergi sendiri untuk merenung dan merefleksikan apa yang telah kita lewati adalah pilihan yang mungkin dapat diambil. Saat kita jauh, kita akan mampu menilai lebih bijaksana, melihat jauh kedalam dari sudut pandang yang berbeda, kita pun akan lebih jernih berpikir. Kita akan memiliki waktu untuk mengambil keputusan tanpa campur tangan orang lain.
Manfaatkan momen tersebut untuk mengambil pelajaran dari semua hal yang kita alami. Hidup bukan menyesali apa yang sudah terjadi dan terus ada dalam lingkaran yang sama terus-menerus. Tetapi hidup adalah bagaimana kita mampu mengemban tanggung jawab dan menjadi problem solver dari masalah yang ada dalah hidup kita.