Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Muhammadiyah Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Serukan Perdamaian Dunia

    May 20, 2026

    Imigrasi Palu Gelar Upacara Harkitnas Ke-118

    May 20, 2026

    Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

    May 19, 2026

    UMKM Kampung Wisata Rejowinangun Terima Kejutan Omzet

    May 19, 2026

    Warga Jogja Diminta Tingkatkan Kewaspadaan untuk Cegah Penularan Hantavirus

    May 19, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Pendidikan»Jangan Biarkan Anak Asing terhadap Ayah Ibunya, Terapkan 3A Ini
    Pendidikan

    Jangan Biarkan Anak Asing terhadap Ayah Ibunya, Terapkan 3A Ini

    Erdittya Ekanovie NindhitasariBy Erdittya Ekanovie NindhitasariOctober 29, 2017No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id – Zaman millennial ini, tak dimungkiri banyak orang bergelut dalam dunia yang mengharuskannya update. Entah update informasi, update berita dan  update kebutuhan hidup. Untuk hal yang disebutkan terakhir, sayanganya melenakan. Terkadang kebutuhan hidup membuat para ibu dan ayah berjuang mati-matian untuk memenuhinya. Seperti yang kita tahu, kebutuhan hidup terbagi menjadi kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Kebutuhan sekunder dan tersierlah yang membuat para manusia berlomba-lomba memenuhinya dengan cara menambah ladang rezeki. Bagi para orang tua, kebutuhan si kecil menjadi alasan dirinya bekerja sampai titik darah penghabisan. Apakah salah? Tentu tidak. Namun, memperjuangkan pekerjaan tidak ada habisnya jika tidak diimbangi dengan waktu untuk anak. Hal itu akan menyebabkan anak menjadi asing terhadap orang tuanya.

    Belum paham sampai sini? Let me tell you. Anak-anak akan menikmati indahnya dunia ini bila ada perhatian dari keluarganya, khususnya ayah dan ibunya. Orang tua adalah rumah pertama bagi anak. Semakin dekat anak dengan orang tua, semakin bahagia mereka. Masa kerja ayah ibu di luar rumah sekitar 8 jam (aturan perusaahan pada umumnya). Pekerjaan-pekerjaan tersebut akan menyita waktu dan mengalahkan hak anak untuk diperhatikan.

    Dalam tahapan mendidik anak teladan Rasulullah, disebutkan bahwa orang tua bisa bercengkerama dengan anak memakai ?lidah dan mulut?. Maksudnya, ayah atau ibu bisa memakai teknik membersamai anak dengan menjulurkan lidah agar anak tertawa atau bercerita (mulut). Cara tak tertolak mendidik anak merupakan salah satu teknik lidah dan mulut tadi, yaitu bercerita. Orang tua berperan sebagai pembaca cerita bermuatan pendidikan dan anak sebagai pendengar. Bisa sesekali anak memberikan tanggapan atas cerita tersebut. Jika anak sudah mampu membaca, anak bisa bergantian membacakan buku dan orangtua sebagai pendengar dan penyeimbang.

    Dekat dengan anak tak selalu meluangkan seluruh waktu untuknya. Teknik 3A dapat menjadi cara mendampingi tanpa membuat pekerjaan terbengkalai. Keluarga merasa diperhatikan, khususnya anak. Tiga A ini adalah, Atur Waktu, Atur Jadwal dan Atur kebiasaan. Lalu, bagaimana penerapannya? Mengatur adalah menyusun sesuatu menjadi teratur. Harapannya, waktu, jadwal dan kebiasaan yang teratur akan menghasilkan pola yang terus berputar dan berkelanjutan. A yang pertama adalah mengatur waktu antara waktu di rumah dan waktu di luar rumah. Waktu di rumah bisa dibagi lagi menjadi waktu untuk beribadah, waktu untuk diri sendiri, waktu untuk suami/istri, waktu untuk anak dan lain sebagainya. Dengan waktu yang diatur, maka akan ada prioritas. Kapan harus memutuskan waktu yang dipakai untuk hal A, B dan C, misalnya.

    A kedua adalah mengatur jadwal. Setelah kita mengatur waktu dan menemukan prioritas, maka terbentuklah susunan kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa dimasukkan ke dalam daftar dan diberikan kisaran lamanya kegiatan tersebut. Misalnya, Ayah berangkat ke kantor dari jam 8.00 sampai jam 16.00. Dari jam 17.00 sampai waktu solat Magrib, Ayah bermain dengan anak dan seterusnya. Untuk A yang terakhir adalah atur kebiasaan. Untuk mengatur kebiasaan, 2A sebelumnya sudah memandu kita melakukannya. Setelah waktunya teratur dan jadwal dibuat, maka kebiasaan akan terjaga setiap harinya. Kekonsistenan mematuhi jadwal yang telah dibuat adalah kunci kebiasaan terlaksana.

    Sebenarnya tak ada alasan untuk anak menjadi asing dengan orang tuanya bila memang 3A tadi dilakukan. Anak yang dekat dengan orang tua membuatnya percaya diri, menjadi pribadi yang terbuka dan mengembangkan kreativitas. Orang tua yang dekat dengan anaknya pun, tak perlu selalu was-was akan pergaulan dan apa yang dilakukan anak. Karena tanpa diminta, anak akan bercerita di waktu-waktu yang telah dibiasakan dalam jadwal. Tapi tentunya, 3A ini wajib ditambah dengan selalu meminta dan tawakkal kepadaNya. Faktor ini menambah kesuksesan kita untuk dekat dengan anak, membuatnya tak asing dengan kita. Guru pertamanya.

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Erdittya Ekanovie Nindhitasari

      Related Posts

      UMY Hadirkan E-Learning Berbasis AI, Bekali PKBM Wijaya Kusuma Persiapkan Siswa Hadapi Ujian Nasional

      May 19, 2026

      Asosiasi Dosen Indonesia Komitmen Memperjuangkan Gaji Dosen Minimal 2 Kali UMP

      May 18, 2026

      STEM SMP LABSCHOOL UNY Menarik Perhatian PSKP Kemendikdasmen

      May 18, 2026

      MOTIVASI 2026 AKPY-STIPER Mendunia, Diikuti Peserta dari Lima Negara

      May 12, 2026

      Program Magister dan Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur Menerima Mahasiswa Baru 

      May 12, 2026

      Nutrifood Physical Education Teacher Dorong Guru PJOK Jadi Pemimpin Budaya Hidup Sehat di Sekolah

      May 10, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Muhammadiyah Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Israel, Serukan Perdamaian Dunia

      May 20, 2026

      CGTN: Diplomasi di tingkat kepala negara menopang pertumbuhan kemitraan Tiongkok-Rusia

      May 19, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      Imigrasi Palu Gelar Upacara Harkitnas Ke-118

      May 20, 2026

      UMKM Kampung Wisata Rejowinangun Terima Kejutan Omzet

      May 19, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.