Bernas.id – Meninggal memang tidak ada yang tahu. Tuhan merahasiakan kejadian ini dari kita. Namun Tuhan selalu tahu kapan saatnya memanggil kita. Artikel ini semoga bisa bantu meredakan kesedihan saudara-saudaraku yang baik hatinya, yang saat ini atau yang mungkin beberapa hari lalu ditinggalkan orang terkasih kembali ke hadapan Sang Pencipta. Yuk, simak pembahasan mengenai kenapa tuhan memanggil orang terkasih.
Makana di Balik Alasan Kenapa Tuhan Memanggil Orang Terkasih
1. Ini ujian
Ditinggalkan seorang yang kita kasihi memang sesuatu yang berat. Perih memang karena ke depan tidak akan terdengar lagi suaranya, tak terasa lagi hangat peluknya, namun apakah kita harus meratapinya tiap hari? Nah, Tuhan menguji kita yang masih hidup untuk membesarkan diri atau mengecilkan hati kita. Dua jalan inilah yang harus pilih. Jika kita berbesar hati dan ikhlas dengan ini semua, maka kita pasti jadi orang besar tapi jika kita menangisinya tiap hari, maka akan menjadi orang yang kecil dan tidak lulus ujian. Coba pikirkan yang di sana ketika kamu menangisinya tiap hari? Apa kamu tidak merasa kasihan sama sang mayat? So mulai sekarang ikhlaskanlah. Ditinggal orang terkasih itu ujian, luluslah untuk dapat nilai yang baik dari Tuhan. Menunggu hadiah yang tiada kamu sangka akan kamu dapatkan.
2. Tuhan ingin dekat denganmu
Ketika seorang terkasih meninggal maka mintalah pada Tuhan agar menjaganya di sana. Dengan begitu kamu bisa dekat dengan Tuhan. Orang yang meninggal akan senantiasa dekat dengan kamu juga. Bukankah Tuhan itu dekat. Jika kamu minta Tuhan menjaga orang terkasihmu maka Dia pun akan dekat pula denganmu dan kamu tidak akan pernah merasa kehilangan.
3. Tuhan sayang dengan orang terkasihmu
Seorang pembunuh hari ini membunuh. Ini hal dilarang bukan tapi apa lantas Tuhan mencabut nyawa pembunuh ini? Tidak kan? Tuhan sayang pembunuh ini dan berharap mau berubah dan mencintai Tuhan. Sama halnya dengan orang terkasihmu yang telah Tuhan panggil. Tuhan merasa bahwa orang terkasihmu telah cukup layak untuk dipanggil pulang karena bekal yang dibutuhkan sudah cukup. Jadi berbahagialah kawan. Kita bisa mencohtoh perbuatan baik sang terkasih selama di dunia hingga sampai akhirnya dia kembali terlebih dahulu, menghadap Sang Kuasa.
Berhentilah menangis, simpan kesedihanmu, simpan air matamu untuk menyesali kesalahan apa yang telah kamu lakukan. Tumpahkan air mata untuk menyesali segala kesalahan saat bersimpuh di hadapan-Nya. Sungguh itu lebih mulia daripada menangisi orang terkasih yang telah tiada. Yang sudah meninggal dekat dengan Tuhan, sedangkan kita masih jauh di dunia ini.
Jangan bersedih, tersenyumlah untuk menapaki hari esok yang cerah!
Belajar Memimpin dengan Empati: Manajemen S1 untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Duka dan kehilangan adalah bagian dari hidup, tetapi memahami emosi dan bagaimana mengelola orang lain bisa menjadi keahlian yang berharga. Dengan kuliah di UNMAHA dan mengambil Program Studi Sarjana Manajemen S1, Anda tidak hanya belajar tentang strategi bisnis, tetapi juga bagaimana mengelola tim, membangun empati, dan menciptakan kepemimpinan yang kuat. Ingin menjadi pemimpin yang lebih berwawasan? Cek informasi selengkapnya di website PMB UNMAHA.
Namun, jika Anda ingin bangkit dan mengejar impian tanpa beban biaya, Beasiswa PBL dari UNMAHA memberikan kesempatan kuliah gratis bebas SPP, dengan konsep kerja remote. Jangan biarkan kendala finansial menghalangi masa depan Anda!
Bangkit dari Kehilangan, Perbaiki Financial dengan Menjadi Reseller Laptop di Adolo
Kehilangan memang menyakitkan, tetapi setiap akhir bisa menjadi awal yang baru. Dalam menghadapi duka, banyak orang menemukan makna baru dengan membangun sesuatu yang bermanfaat. Jika Anda sedang mencari peluang untuk bangkit dan memulai usaha sendiri, menjadi reseller laptop di Adolo bisa menjadi pilihan tepat. Dengan permintaan perangkat teknologi yang terus meningkat, Anda bisa mendapatkan keuntungan sekaligus membantu orang lain menemukan solusi teknologi yang mereka butuhkan. Mulai langkah baru Anda hari ini bersama Adolo.
Mengubah Duka Menjadi Makna: Jadilah Pemimpin yang Menginspirasi
Kehilangan seseorang yang kita cintai sering kali mengajarkan kita tentang arti kehidupan, empati, dan kepedulian terhadap sesama. Dalam dunia profesional, kemampuan memahami dan mengembangkan potensi orang lain adalah keterampilan berharga. Jika Anda ingin menjadi pemimpin yang tidak hanya mengelola, tetapi juga menginspirasi dan membimbing tim dengan penuh empati, Mengikuti Sertifikasi Kepala Bagian Pelatihan dan Pengembangan SDM dari UNMAHA adalah langkah yang tepat. Dengan sertifikasi ini, Anda dapat membangun karier yang lebih bermakna dan berkontribusi dalam membentuk sumber daya manusia yang lebih baik. Ambil kesempatan ini untuk tumbuh dan memberi dampak positif bagi banyak orang, hubungi Admin UNMAHA melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi lainnya.***2
