Bernas.id – Perkembangan zaman dengan pesatnya teknologi digital menuntut kemampuan matematis untuk bisa bersaing di abad 21. Namun, saat mendengar kata matematika, hampir sebagian besar dari kita akan berkata matematika susah dan membencinya. Biasanya, kita membenci matematika karena tidak mengerti konsepnya atau guru yang mengajar tidak memberikan konsep jelas bagi kita melihat aplikasinya. Pada artikel ini, akan diulas bagaimana cara agar bisa mengubah persepsi dan akhirnya menyukai matematika.
1. Percaya Otak Kita Mampu Memecahkan Problema Matematika
Dalam presentasinya di TedXNorkopping tahun 2014, Dr. Carol Dweck memberikan suatu gambaran tentang sebuah sekolah menengah atas di Chicago yang memberikan nilai “Not Yet” atau “Belum Tuntas” kepada siswa yang nilai pelajarannya di bawah nilai minimal. Menurut Dr. Carol Dweck, menerapkan kata ini dibandingkan dengan siswa yang diberi nilai “Fail” atau “Gagal”, memberikan dampak yang luar biasa kepada siswa. Karena siswa yang mendapat “Fail” akan menganggap mereka tidak mampu dan akhirnya menyerah.
Bila kita ingin mengubah persepsi kita terhadap matematika, maka kita saat kita belum bisa memecahkan suatu masalah, kita harus mengatakan pada diri kita bukan “Fail” tetapi “Not Yet“. Sehingga, otak kita secara tidak sadar akan membawa kita tetap terus berusaha mencari penyelesaian. Biasanya, bila kita sudah sekali berhasil memecahkan problema matematika, kita akan lebih percaya diri dan bisa menemukan ide-ide penyelesaian yang brilian.
2. Engage – Buat Pertanyaan Matematis yang Menarik
Biasanya kita akan tergerak melakukan sesuatu bila ada hal menarik yang menyedot perhatian kita. Bukan membuat soal matematika, tetapi kita coba melihat permasalahan yang ada di sekeliling kita dan mencoba memecahkannya secara matematis. Contoh, kita melihat barang yang berantakan di rumah, kita bisa mempertanyakan bagaimana barang-barang yang berantakan ini bisa disusun dengan rapi. Kita bisa mempertimbangkan antara besar kecilnya barang dengan berapa luas area maupun volume wadah yang tersedia. Bila kita memasak, kita akan berpikir bagaimana masakan yang tersedia cukup untuk semua orang di rumah.
3. Explore – Seakan Berjalan di Labirin
Bayangkan diri kita sedang berada pada suatu labirin dan kita sedang berusaha untuk menemukan pintu keluar. Labirin biasanya memberikan banyak pilihan alur jalan yang nantinya akan menuju ke satu pintu keluar yang sama. Begitu pula saat menghadapi soal matematika. Ada banyak cara untuk mendapatkan jawaban yang sama, dan yang harus kita lakukan adalah eksplorasi semua kemungkinan jalan yang bisa ditempuh dan menemukan jalan yang paling mudah.
Kita sering menemukan cara cepat atau trik-trik berhitung yang bisa digunakan, namun sebelum kita memakainya, kita harus bisa menemukan trik cepat itu konsepnya bagaimana dan asal-usul turunannya seperti apa. Sehingga, bila kita diberi soal yang jauh berbeda dengan yang memakai trik, kita masih bisa mendapat jalan keluarnya.
4. Explain – Komunikasi Pemecahan Matematis
Salah satu cara untuk dapat mengerti matematika adalah dengan berkomunikasi dan berdiskusi. Bila kita kontinu berkomunikasi, maka kita akan terbiasa dengan bahasa matematika dan bisa berdiskusi tentang pemecahan matematis yang kita berikan untuk suatu masalah. Berkomunikasi bisa dengan mengajarkan kepada orang lain, membuat video tutorial, atau dengan membicarakan bagaimana jalan pemecahan matematis kita sehingga masalah bisa diselesaikan. Berbicara dalam kelompok kecil untuk membahas teknis perhitungan matematis juga termasuk salah satu upaya untuk membuat kemampuan komunikasi pemecahan matematis kita meningkat. Bentuklah teman diskusi yang bisa diajak untuk memecahkan permasalahan dengan matematika.
5. Apply – Menggunakan dalam Aplikasi
Konsep matematika dipakai hampir di semua pelajaran. Bahkan, di pelajaran sosial pun kita masih bertemu dengan matematika. Saat ini, sudah banyak informasi berupa video di Youtube maupun tulisan di blog atau laman web tentang aplikasi dari setiap teori matematika yang kita pelajari. Misal kita bisa belajar bagaimana menggunakan toeri sudut, trigonometri dan garis untuk sistem nautika kapal atau bagaimana penerapan logaritma dalam ilmu biologi. Yang suka olahraga, bisa mencoba bagaimana sudut menembak bola basket yang tepat bisa membuat bola selalu masuk ke keranjang dan mencetak skor.
Persepsi bahwa apa yang kita pelajari tidak akan berguna juga akan membuat otak menutup diri dalam menerima ilmu. Kita lebih baik memfokuskan diri untuk membiasakan menyelesaikan masalah matematika, sehingga kita tidak melihatnya sebagai masalah yang memberatkan, namun tantangan yang harus dilewati dan dicari jalan keluarnya.
