Bernas.id – Apakah kita guru profesional? Pertanyaan ini menggema di aula lantai 3 Hotel Batusuki, Batu, Malang. Membuka Pelatihan Penulisan Fiksi dan Non Fiksi Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Provinsi Jawa Timur, pada 3 November 2017, Suhartatik, S.Pd., M.Psi. menaruh harapan besar pada guru Bahasa Indonesia. Dalam konsep G-Literasi yang akan diwajibkan pada 2018 mendatang, Ia menyampaikan bahwa guru Bahasa Indonesia adalah pintu gerbang keberhasilan literasi, sehingga sudah sewajibnya guru Bahasa Indonesia mampu menjadi jendela informasi bagi lingkungan sekitarnya.
Baca juga: 51 Jenis Font Keren untuk Desain dan Menulis Buku
Alasan tersebut pula yang melatarbelakangi diadakannya pelatihan tersebut selama 3 hari, 3-5 November 2017. Pelatihan yang menggunakan anggaran DPA-SKPD dinas provinsi Jawa Timur ini, diikuti 150 guru SMA/SMK se-Jawa Timur. Dengan harapan ke depan, akan lebih banyak lagi buku yang diterbitkan oleh guru dari Jawa Timur. Pelatihan ini juga bertujuan menjadikan menulis itu mudah, sehingga kemampuan merangkum kata, mencari ide dan menyusun tulisan bukan lagi menjadi kendala. Jika hal ini sudah dilakukan, pasti akan ada peningkatan yang cukup signifikan terhadap perkembangan kemampuan guru.
G-Literasi sebagai aplikasi yang diganang mampu merangkul seluruh kegiatan berliterasi. Nantinya, G literasi menjadi aplikasi wajib isi bagi guru bersertifikat. Aplikasi ini memiliki banyak fungsi yaitu dapat dipakai untuk SOP pembuatan majalah, menerangkan buku apa saja yang pernah dijadikan sumber referensi/literasi dan menyusun resensi dari buku yang dilaporkan.
Semoga dengan pelatihan menulis dan konsep G-literasi, guru Bahasa Indonesia dapat menjadi motivator literasi untuk siswa-siswanya.
Salam literasi
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
