Bernas.id – Mungkin Anda pernah mendengar istilah comfort zone yang sering dipelesetkan menjadi kampret zone. Ya, kondisi nyaman. Manusia memang pada dasarnya selalu menghindari sengsara dan mendekati kenikmatan, sehingga pada saat orang sudah mencapai posisi nyaman, ia akan terlena dan puas dengan kondisi tersebut tanpa mau mengembangkan dirinya.
Ada seorang teman saya yang bekerja di sebuah bank selama 20 tahun lebih tanpa ada peningkatan karier atau income yang signifikan, karena ia nyaman dengan lingkungan kerjanya dan lokasi kantornya yang dekat dengan rumah. Tapi ada juga teman saya yang sudah mencapai posisi manajer, tapi dipecat oleh perusahaannya dan ia sekarang malah memiliki perusahaan sendiri dengan omzet milyaran rupiah pertahunnya.
Orang yang dipecat dari sebuah pekerjaan memiliki mental yang lebih kuat dibandingkan orang yang bekerja di tempat yang sama bertahun-tahun. Kenapa? Karena otaknya bekerja, ia akan mencari peluang untuk dirinya agar bisa hidup lebih baik. Selain itu, dalam dirinya pasti ada keinginan untuk membuktikan kepada orang atau perusahaan yang memecatnya bahwa ia berharga, dan dalam dirinya akan berkata, “Lu rugi mecat gue. Lihat aja, gue akan lebih sukses dan kaya daripada lu.”
Banyak tokoh-tokoh dunia yang sukses setelah dirinya dipecat dari pekerjaaannya, sebut saja Steve Jobs pendiri Apple, Walt Disney, Oprah Winsley, Madona, Elvis Presley, juga J.K. Rowling si penulis buku Harry Potter yang sekarang menjadi penulis terkaya di dunia dengan penghasilan milyaran dolar. Sandiaga Uno, wakil gubernur DKI Jakarta terpilih pun mengalami kesuksesan di dunia bisnis setelah dipecat dari jabatannya sebagai Chief Financial Officer di perusahaan luar negeri, dan ia kembali ke Indonesia hingga kemudian membangun bisnisnya dari nol.
Saya jadi teringat kata-kata Dahlan Iskan, “Setiap orang punya jatah gagal, habiskan jatah gagalmu selagi kamu masih muda.” Ada pula “Jangan takut kepada kegagalan asal kita mau belajar, dan asal kita tidak putus asa, dan asal kita punya tekad untuk 'balas dendam' terhadap kegagalan tersebut.”.
Jika Anda baru saja dipecat dari pekerjaan, syukurilah karena kesuksesan sedang menanti Anda. Ingat saja kata-kata Dahlan Iskan yaitu jangan takut gagal, mau belajar, tidak putus asa dan punya tekad untuk balas dendam terhadap kegagalan Anda. Tapi tambahan dari saya hanya satu yaitu berpasrahlah kepada Allah, Dia Maha Baik. Saat Anda dipecat, ketahuilah bahwa Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih besar untuk Anda.”.
Ada sebuah kisah nyata seseorang yang bernama Iwan. Iwan sangat rajin beribadah, ia selalu salat lima waktu berjamaah di masjid, terutama Subuh dan Isya selalu diutamakan. Suatu hari, ia dipecat dari tempat kerjanya. Ia pulang ke rumah dengan motornya dalam kondisi galau. Di Sebuah lampu merah, ia berhenti di samping mobil mewah dan membuka helmnya untuk mengelap keringat di wajahnya. Tiba-tiba kaca mobil mewah di sampingnya terbuka dan pengemudinya memanggil namanya. Rupanya pengemudi itu adalah teman SMAnya.
Singkat cerita, teman SMAnya ini, sebut saja namanya Roni, sedang membuka perusaahaan rokok dan butuh orang yang dapat dipercaya untuk mengelolanya karena dirinya sibuk bolak-balik ke luar negeri. Entah kenapa Roni berpikir tentang Iwan dan ia menanyakan kepada teman-temannya tentang keberadaan Iwan. Sayangnya tidak ada yang tahu, dan ia malah bertemu dengan Iwan di lampu merah, da;am kondisi Iwan yang baru saja dipecat dari pekerjaannya. Roni meminta Iwan memegang perusahaannya di Malang dan Iwan menyanggupinya.
Dari seorang karyawan biasa lalu dipecat dan malah menjadi direktur, jika bukan Allah yang mengaturnya, kejadian seperti cerita di atas mustahil terjadi.
.jpeg)