Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    JPW Desak Polda DIY Bentuk Tim Pemburu Klitih Siaga 24 Jam

    May 18, 2026

    Jamin Penataan Vegetasi di Kampung Lowanu

    May 18, 2026

    Hadir di Jogja, Rey’s Mediterranean Kitchen Padukan Budaya Eropa dan Timur Tengah

    May 17, 2026

    Aksi Klitih Pagi Buta di Kotabaru Jogja, Pelajar Tewas Ditikam Pelaku

    May 17, 2026

    Yogyakarta Memiliki Potensi Meraih Predikat Ibu Kota Buku

    May 17, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026

      XPORIA 2026, Dorong Peran Bank Daerah sebagai Penggerak Ekonomi Ibu Kota

      April 22, 2026

      Bazar XPORIA 2026 Hidupkan Transaksi dan Dongkrak Omzet UMKM

      April 21, 2026

      Bidik ASN Pemprov DKI, Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026

      April 20, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Kesehatan»4 Masalah Kesehatan yang Bikin Depresi, Salah Satunya Disebabkan oleh Kutu
    Kesehatan

    4 Masalah Kesehatan yang Bikin Depresi, Salah Satunya Disebabkan oleh Kutu

    Rohhaji NugrohoBy Rohhaji NugrohoJune 16, 2017No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    HarianBernas.com – Depresi klinis adalah salah satu gangguan mental yang paling umum dihadapi, dengan gejala-gejala seperti kelelahan, pergeseran hormon, dan perasaan tertekan. Kenali lima kondisi yang bisa salah ketika kalian mengalami depresi, seperti:

    1. ADHD

    ADHD, terkait dengan kondisi anak yang energik dan tidak bisa duduk diam. Tapi ADHD tidak terbatas hanya pada masa kanak-kanak. Studi oleh American Journal of Psychiatry memperkirakan bahwa sekitar satu dari setiap 20 orang Amerika berusia 18 sampai 44 memiliki kondisi ADHD. Salah satunya Perempuan dewasa dengan ADHD biasanya tidak hiperaktif.

    Penderita berfikir mereka mengembara, dan mereka tidak bisa cukup lama untuk menyelesaikan sebuah tugas. Kurangnya fokus dapat menyebabkan rasa malu yang berlebihan sehingga mereka tidak dapat menyelesaikan sesuatu, dan rasa malu itu dapat menyebabkan depresi.

    Perempuan dewasa yang mengalami gejala ADHD ringan dan tidak terdiagnosis selama masa kanak-kanak terkadang mengalami banyak tekanan dan tuntutan, terutama sejak melahirkan. Terapi perilaku kognitif dan manajemen stres juga dapat membantu perempuan mendapatkan kontrol atas gejala ADHD.

    2. Hipotiroidisme

    Penyebab umum gejala depresi pada perempuan dapat ditelusuri pada kelenjar di leher yang menghasilkan hormon yang mempengaruhi setiap organ dalam tubuh. Salah satunya gangguan kelenjar tiroid. Tiroid ibaratnya seperti pedal gas untuk tubuh, termasuk otak.

    Jika tiroid memproduksi terlalu banyak hormon (disebut hipertiroidisme), itu bisa membuat Ibu merasa gelisah dan cemas. Tapi, jika menghasilkan terlalu sedikit hormon (dikenal sebagai hipotiroidisme), sistem kerja tubuh akan melambat, membuat Ibu lelah, tidak dapat berkonsentrasi, dan tertekan.

    Penyebab paling umum dari kurangnya tiroid aktif adalah penyakit Hashimoto, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar, mencegahnya untuk membuat hormon. Tiroiditis pascamelahirkan, kondisi yang mirip dengan Hashimoto, menyerang hingga 10 persen perempuan setelah kehamilan.

    Jika kalian memiliki energi rendah dan merasa tertekan saat menjalani pemeriksaan pascapartum, mintalah dokter memberikan tes darah sederhana untuk memeriksa kadar tiroid. Pada kebanyakan perempuan, kondisinya dapat sembuh sendiri dalam waktu satu tahun sampai 18 bulan, namun bagi beberapa ibu, hal itu bisa menjadi masalah seumur hidup. Hipotiroidisme dapat dikelola dengan menggunakan hormon sintetis (levothyroxine) untuk menggantikan tiroid yang telah berhenti dibuat.

    3. Fibromyalgia dan Chronic Fatigue Syndrome

    Insomnia juga merupakan salah satu gejala dari dua gangguan yaitu fibromyalgia dan chronic fatigue syndrome(CFS). Gejala dapat terlihat ketika kita sering terbangun sepanjang malam dan juga menderita brain fog, sakit, dan kelelahan otak. Jika memang teras ciri-ciri seperti disebutkan tadi ada kemungkinan kalian menderita  sindrom kelelahan kronis (CFS) atau fibromyalgia.

    Salah satu perbedaan besarnya adalah depresi, kalian akan kehilangan minat pada aktivitas yang biasa dilakukan seperti Hong yang mulai ditinggalkan, tetapi kondisi dengan CFS atau fibromyalgia, kalian masih berharap bisa melakukannya.

    Meskipun tidak ada yang yakin tentang penyebab kondisi ini, tekanan fisik dan emosional mungkin berperan. Sejumlah infeksi yang tidak diobati atau masalah hormonal juga bisa memicunya. Perawatan untuk kedua kondisi tersebut meliputi obat antidepresan, obat tidur, penghilang rasa sakit, dan perubahan gaya hidup seperti olahraga sedang.

    4. Penyakit Lyme

    Penyakit yang berpotensi melemahkan ini disebarkan oleh kutu yang membawa bakteri Borrelia burgdorferi. Adapun gejala neuropsikiatrik, termasuk brain fog, kebingungan, gangguan obsesif-kompulsif, psikosis, panik, dan depresi berat. “Lyme dikenal sebagai 'The Great Imitator', karena meniru begitu banyak kondisi lainnya.

    Infeksi Lyme melepaskan molekul inflamasi yang disebut sitokin yang berjalan ke otak, membuat jalur arus listrik menjadi kacau. Saat Lyme didiagnosis lebih awal dan diobati dengan antibiotik, dengan obat penyakit ini dapat disembuhkan kira-kira 75 persen. 

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Rohhaji Nugroho

      Related Posts

      Waspadai Risiko Tersembunyi Keseringan Minum Herbal Saset

      May 1, 2026

      Kayu Manis dalam “Obat Herbal” Kemasan Menyimpan Bahaya Tersembunyi

      April 29, 2026

      Beat Diabetes 2026 di 35 Kota untuk Gaya Hidup Sehat dan Harapan Remisi Diabetes

      April 12, 2026

      HUT ke-14, RSA UGM Menambah Fasilitas Operasional Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

      April 3, 2026

      Asosiasi Dapur Mandiri Indonesia: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Ekonomi Rakyat dan Kualitas SDM

      March 13, 2026

      Enam Kasus Campak di Kota Jogja Ditelusuri

      March 10, 2026
      Leave A Reply Cancel Reply

      Berita Internasional Terbaru

      Huayan Robotics Memamerkan Solusi Pengelasan dan Otomatisasi di METALTECH & AUTOMEX 2026

      May 14, 2026

      Huayan Robotics Memamerkan Solusi Pengelasan dan Otomatisasi di METALTECH & AUTOMEX 2026

      May 14, 2026
      Berita Nasional Terbaru

      Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

      April 13, 2026

      Era Yuldi, Imigrasi Raup PNBP Rp10,4 Triliun

      April 2, 2026
      Berita Daerah Terbaru

      JPW Desak Polda DIY Bentuk Tim Pemburu Klitih Siaga 24 Jam

      May 18, 2026

      Jamin Penataan Vegetasi di Kampung Lowanu

      May 18, 2026
      BERNAS.id

      Office Address :
      Jakarta
      Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
      Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

      Yogyakarta
      Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
      Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

      Email :
      info@bernas.id
      redaksi@bernas.id

      Advertisement & Placement :
      +62 812-1523-4545

      Link
      • Google News BERNAS.id
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      • Kode Etik
      • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
      BERNAS.id
      Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
      • Google News BERNAS
      • Tentang BERNAS
      • Redaksi BERNAS
      • Pedoman Media Siber
      © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

      Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.