HarianBernas.com – Selaput dara atau Hymne merupakan selembar selaput yang terletak sekitar 0,5 cm sampai 1 cm dari pintu luar vagina. Bentuknya melingkar di seluruh dinding vagina dengan lubang di tengahnya sedangkan lubang ini bervariasi bentuknya. Selaput dara ini merupakan pertemuan antara pertumbuhan alat kelamin dari luar atau sinus urogenitalis dan dari dalam atau duktus wolfii sehingga struktur selnya berbeda di sebelah luar dan sebelah dalamnya.
Selaput ini sangatlah tipis dan rapuh seperti kertas, tapi ada pula yang menebal dan kaku sehingga sulit untuk ditembus saat penetrasi. Di samping itu, ada pula yang sangat elastis dan tak mudah sobek karena hanya akan melanggar secara sirkuler sehingga dengan cara ini dapat bertahan walaupun sering bersanggama dan biasanya sobek pada waktu melahirkan.
Selaput dara yang robek setelah persalinan disebut carunculae myrtiforms. Bentuk lubang selaput dara pun berbeda-beda maka ada yang tidak berlubang atau himen imperforata. Kelainan seperti ini akan menyebabkan darah haid tidak dapat keluar dan menumpuk di dalam.
Hal ini akan membuat rasa nyeri pada perut bawah setiap kali haid dan akan menimbulkan suatu massa tumor atau benjolan yang sebenarnya adalah alat kelamin dalam yang merekam karena terisi penuh dengan darah haid.
Pengobatannya adalah dengan cara membuat lubang dan mengeluarkan darah haid yang tertimbun tadi. Kemudian dipasang suatu benda yang akan menghalangi agar selaput dara ini tidak melekat kembali.
Selain itu dianjurkan untuk cepat-cepat menikah agar selaput dara tidak menutup kembali. Pada malam pertama perkawinan atau pertama kali bersenggama, selaput dara ini mungkin akan robek yang mengeluarkan darah atau mungkin juga tidak.
Bisa robek atau tidaknya selaput dara ditentukan oleh kekenyalannya. Sedangkan, banyak tidaknya perdarahan tergantung pada seberapa besar robekan selaput dara. Bila kebetulan sobek di daerah yang tidak berpembuluh darah maka saya jadi tidak udara atau berdarah minimal sekali.
Sebaliknya jika mengenai pembuluh darah arteri dapat meninggalkan pendarahan yang hebat yang menyemprot secara berdenyut seperti denyut jantung sehingga harus dilakukan penanganan berupa penjahitan sesegera mungkin tentunya oleh dokter atau pihak rumah sakit.
Selaput dara bisa digambarkan semacam tirai atau gorden yang melingkari dinding vagina luar dengan lebar sekitar 1 centimeter atau 1,5 cm. Untuk mengetahui apakah selaput dara sudah robek atau masih utuh maka dilakukan pemeriksaan colok dubur yang memasukkan 1 jari ke dalam anus dengan yang lain membuka bibir vagina kemudian tinggal melihat lebar selaput dara apakah di seluruh lingkaran lebarnya sama atau tidak.
Jika sobekan itu sampai ke dasar atau bahkan sampai di depan masih perlu diteliti jika luka ini pun bisa dibedakan apakah masih baru yang terlihat terdapat lembab atau jejak biru dengan bekuan darah atau masih ada pendarahannya.
Jadi, perlu diingat apakah pada sanggama pertama kali terjadi pendarahan dan pendarahan yang terjadi juga belum tentu banyak. Jadi adanya perbedaan jenis dan bentuk selaput dara yang dimiliki oleh setiap wanita harus diketahui oleh para lelaki.
Untuk itu, ketika melakukan sangggama di saat malam pertama dan tak terdapat pendarahan, belum tentu itu kesalahan sang wanita. Bisa jadi sang wanita dahulu pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkan selaput daranya robek atau memang jenis selaput daranya yang berbeda.
Itulah beberapa informasi mengenai selaput dara yang dapat Anda ketahui. Semoga dapat bermanfaat untuk Anda.
