HarianBernas.com – Mencari pekerjaan setelah selesai sekolah atau wisuda sudah menjadi hal biasa di Indonesia. Para pencari kerja biasanya sampai hafal jadwal job fair, atau rajin berselancar di internet mencari info lowongan kerja.
Karena sangat banyak orang yang mencari pekerjaan, sedangakan lowongan pekerjaan sangat terbatas, membuat persaingan di dunia kerja sangat ketat. Tak jarang kita menjadi salah satu orang yang beruntung bisa mendapat panggilan wawancara kerja.
Mendapat panggilan, merupakan kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Oleh karena itu, kalian jangan sampai melakukan kesalahan yang bisa membuat kesempatan tersebut raib begitu saja. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang harus kalian hindari ketika mendapat kesempatan wawancara kerja.
1. Kurang Menguasai Informasi Perusahaan
Ketika kalian mamasukan lamaran pekerjaan dan ternyata mendapat panggilan untuk wawancara, sebaiknya kalian mencari informasi sebanyak mungkin tentang perusahaan tersebut. Mulai dari profil perusahaan, bidang yang digeluti dan beberapa hal lain tentang perusahaan. Hal tersebut bisa sangat menolong.
Kebanyakan perusahaan akan melemparkan pertanya sesuai dengan bidang yang mereka geluti. Jika kalian bisa menguasai pengetahuan sesuai dengan kualifikasi yang mereka inginkan, tentu akan menambah point kalian di mata mereka. Jadi, persiapkan dirimu dengan matang, jangan datang ke sesi wawancara dengan kepala kosong.
2. Terlalu Membanggakan Nilai Akademis
Bagus jika kalian merupakan lulusan terbaik dari sebuah universitas atau sekolah, namun dalam dunia kerja itu bukan yang utama. Perusahaan yang baik, mereka tidak akan melihat para calon karyawannya hanya dari nilai akademis semata. Ada banyak hal yang akan digali oleh parusahaan dalam sesi wawancara, hingga pada akhirnya mereka memutuskan untuk menerima atau menolak kalian.
Perlu diingat, bahwa nilai yang bagus hanya akan membantu kalian di level administrasi, dalam tahap administrasi bisa saja kalian lolos dengan mudah. Tapi di tahap selanjutnya, kulitas kalian akan benar-benar diuji.
Kalian akan dilihat secera keseluruhan, mulai dari wawasan umum, pengalaman, hingga kondisi psikologis kalian. Oleh karena itu, keti wawancara kerja, jangan terlalu berkoar soal akademis saja. Mungkin saja kalian tidak sepintar yang kalian kira.
3. Terlalu Muluk Dalam Menyebut Nominal Gaji
Kalian yang baru lulus dari kuliah atau sekolah, tentu akan dianggap masih minim pengalaman. Oleh karena itu, jangan terlalu serakah dalam menyebutkan nominal gaji yang kalian inginkan.
Jika kalian menyebut nominal yang tidak masuk akal, tentu saja pihak perusahaan akan lebih memilih untuk membayar para profesional daripada harus membayar kalian yang masih minim pengalaman. Oleh karena itu, ketika kalian mendapat pertanyaan berapa gaji yang inign kalian terima selama berkerja di perusahaan, lakukanlah hitung-hitungan yang rasional, jangan terlalu tinggi, juga jangan terlalu rendah.
4. Terlalu Singkat Dalam Mengenalkan Diri
Saat sesi wawancara kalian akan diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri. Kesempatan ini harus kalian manfaatkan dengan baik. Jangan justru membuang kesempatan dengan memperkenalkan diri secara singkat.
Kesempatan untuk memperkenalkan diri bisa kalian manfaatkan menjabarkan pengalaman kalian. Mulai dari pengalaman organisasi saat kuliah, pengalaman menjadi freelaner atau pengalaman lain yang memperbesar kesempatan kamu untuk diterima.
5. Mental Kurang Siap
Saat menghadapi tes wawancara kebanyakan orang akan merasa gugup, kehilangan konsentrasi, dan kurang percaya diri. Banyak yang menyadari hal ini, namun banyak juga yang gagal mengatasinya.
Faktor psikologis ini cukup berpengaruh saat menghadapi tes wawancara. Jika kalian gagal secara mental, kemungkinan besar juga akan kurang maksimal dalam menghadapi berbagai pertanyaan.
