BERNAS.ID – Kehidupan Haryo Ardito, seorang motivator sekaligus pakar digital marketing, tidak semulus kelihatannya. Apa yang ia raih saat ini harus dilewati dengan peristiwa masa kecil yang mengubah kehidupannya.
Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Manajemen Indonesia atau AMA Indonesia wilayah DKI Jakarta ini berkarier profesional selama 20 tahun.
Founder Digital Marketing Club ini kemudian pindah haluan menjadi seorang motivator ulung, hingga menyematkan label “die hard” pada dirinya. Bagaimana perjalanan hidup seorang Haryo, Owner Creative Action Indonesia? Berikut kisahnya.
Haryo Ardito Dilanda Kebangkrutan
Haryo Ardito lahir dan dibesarkan di Yogyakarta. Anak bungsu dari 6 bersaudara ini awalnya hidup serba berkecukupan karena orangtuanya yang sukses. Namun, semua itu berubah ketika kebangkrutan melanda keluarganya. Ia harus melalui hari-harinya dengan ekonomi yang pas-pasan.
Baca Juga: Kisah Ahmad Saifudin Mutaqi, Lahirkan Mahakarya dan Ajak Arsitek untuk Merdeka
“Alhasil kita semua harus ikut berjuang bersama. Untungnya 6 bersaudara ini cukup kompak, keseharian kami suka bersosialisasi,” ujarnya kepada Bernas.id.
Haryo menceritakan masa kecilnya yang gemar bermain di Kali Code, dan main ke tempat tetangga. Ia memang suka berinteraksi dengan orang lain, tak heran jika ia punya banyak teman.
“Hasilnya teman saya banyak sampai SMP, SMP, dan kuliah, saya suka bersosialisasi, dan teman saya bervariasi,” ucapnya.
Singkat cerita, Haryo melanjutkan kuliah S1 di STIE YKPN Yogyakarta. Dia mengaku tidak ada alasan khusus mengambil jurusan akuntansi dan hanya sekadar ikut-ikutan saja.
Kala itu, Haryo Ardito dia melihat dua kakak tertuanya telah lulus kuliah dari jurusan ekonomi akuntansi dan berhasil mendapatkan pekerjaan di Ibu Kota. Ia menjadi termotivasi lebih jauh, apalagi sang kakak dapat pekerjaan dengan mudah, memiliki karier yang bagus, dan perekonomian keluarga langsung berubah drastis.
“Waktu itu saya berpikir, mereka kok enak banget sekarang, kalau pulang ke Jogja ngasih uang banyak, kirim uang ke rumah juga,” katanya.
Ketika berkuliah, Haryo lantas mengasah kemampuan sambil bekerja sebagai salesman sekitar setengah tahun. Saat skripsi, dia juga kerja sampingan dengan ikut temannya yang berjualan.
Tak hanya itu, ia juga menjadi staf konsultan, aktif pada organisasi kampus, menjadi senat, koordinator olahraga, dan menjadi master of ceremony atau MC.
Setelah lulus pada 1989, Haryo diminta kakaknya untuk mencari peruntungan di Jakarta. Pada 1990, ia berhasil mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan. Selanjutnya, kariernya terus menanjak dengan bekerja di beberapa perusahaan ternama, bahkan jabatannya juga strategis kala itu.
Menjadi seorang profesional SDM yang handal seperti Haryo Ardito, membutuhkan keterampilan yang teruji. Ikuti sertifikasi Kepala Bagian Rekrutmen dan Seleksi SDM untuk memahami teknik rekrutmen yang efektif, menyeleksi kandidat terbaik, serta membangun tim yang solid dalam perusahaan.
Kejutan dalam Hidup
Pada 1992, Haryo Ardito meneruskan kariernya di PT Artha Boga Cemerlang sebagai chief accounting, dengan penempatan di Surakarta, Jawa Tengah. Setelah dua tahun, ia diminta kembali ke Jakarta dan mendapatkan promosi sebagai national admin sales manager.
“Saya menangani sistem dan administrasi sales untuk seluruh Indonesia. Di situ, saya semakin mengenal proses bisnis, semakin paham sistem, itu membuat cara berpikir saya menjadi sistematis,” jelasnya.
Baca Juga: Perjalanan Profesor Suhono, Guru Besar ITB yang Jadi Sosok di Balik Smart City di Indonesia
Pada 1999, dia mendapatkan kejutan. Direksi memberinya mandat untuk memimpin sebagai Information Technology atau IT manager, bidang pekerjaan yang sebelumnya belum pernah ia selami.
Haryo kebingungan karena dia tidak memahami IT, tapi ditunjuk sebagai pemimpin divisi teknologi informasi. Ternyata, direksi perusahaan memiliki alasan khusus terkait hal itu.
“Salah satu direktur menunjukkan artikel, waktu itu ada tren yang namanya chief technology information officer itu sebaiknya dipegang oleh orang yang punya background business process,” katanya.
“Bukan IT dalam arti yang punya technical hardware dan software, tapi orang yang ngerti proses bisnis. Saya terkejut, dan senang, bagi saya ini jadi tantangan yang menarik,” imbuhnya.
Setelah berkarier secara profesional selama 20 tahun, Haryo memutuskan untuk resign dan menjadi seorang motivator.
Banting Setir Jadi Motivator
Perjalanan hidup seorang Haryo kemudian menjadi berbeda ketika ia harus mengambil keputusan terberat dalam hidupnya. Meninggalkan karier profesional yang telah membesarkan namanya, ia akhirnya memilih banting setir menjadi seorang motivator. Awal ketertarikannya dengan dunia motivasi ini berawal dari hobinya yang gemar bersosialisasi.
Ia kerap ikut komunitas, termasuk AMA Indonesia pada tahun 2000. Sebulan sekali komunitas itu berkumpul. Kesempatan itu ia manfaatkan dengan baik karena bertemu dengan para profesional dan pengusaha.
Aktif menjadi pengurus, akhirnya membuat Haryo terpilih sebagai Ketua AMA Indonesia DKI Jakarta pada 2006. Semakin banyak kegiatan di organisasi tersebut membuatnya merasa sanggup menjadi seorang trainer dan motivator. Akhirnya, ia pun mulai mengembangkan materi motivasi.
“Saya pilih menekuni bidang full time trainer. Awalnya waktu itu sebenarnya modul yang saya rintis adalah motivasi. Saya sebagai motivator, waktu itu saya merasa bahwa saya bisa menjadi trainer khususnya motivator,” jelasnya.
Haryo pun mem-branding dirinya sebagai DieHard Motivator. Ada alasan khusus mengapa ia menyematkan julukan tersebut. Itu bermula dari teman-temannya yang kerap melabelinya dengan kalimat “Haryo, nggak ada matinya”, “Haryo ora ono matine“, atau “Haryo kagak ada matinye“.
Baca Juga: Kisah Roby Ikhsan, Putra Aceh yang Mencintai Teknologi, Kini Berkarier di Kanada
“Saya melihat ke diri saya, wah boleh juga nih. Die Hard motivasi ini saya hubungkan dengan filmnya Bruce Willis, diapa-apain nggak mati nih. Ini penting untuk saya jadikan way of life,” ungkapnya.
Meski begitu, awalnya ia cukup kesulitan untuk mencari klien yang mau menggunakan jasanya. Sebagian temannya terkejut dengan Haryo yang banting setir jadi motivator.
Tapi sebagian lagi kawannya, justru menyambut baik keputusannya, dan memberi Haryo kesempatan untuk memaparkan materinya di perusahaan-perusahaan.
Kala itu, ia belum mundur dari karier profesionalnya . Namun, ia tetap meluangkan waktunya menjadi trainer dan motivator tiap Sabtu-Minggu.
Akhirnya, jam terbang Haryo sebagai seorang motivator pun semakin bertambah. Ia melihat tren yang bagus pada karier ini dan kembali percaya diri. Tapi ia harus memilih antara kerja di perusahaan atau menjadi motivator.
“Integritas untuk tempat saya bekerja juga terganggu, kemudian saya harus memilih. Saya harus membuat keputusan besar,” katanya.
“Saya resign kemudian menekuni full time trainer, mengawali dengan modul motivasi,” imbuhnya.
Jauh sebelum pandemi, Haryo juga telah membagikan ilmunya secara online melalui WhatsApp Group. Kemampuannya di bidang teknologi juga berhasil membuat branding DieHard Motivator dikenal oleh masyarakat.
Digital Marketing
Ketika masih bekerja di perusahaan, ia telah melihat tren digital marketing akan berkembang ke depan. Maka, setelah menjadi trainer dan motivator, Haryo merilis materi digital marketing sebagai salah satu materi pelatihannya selain marketing, salesmanship, leadership, dan creative thinking.
Namun, materi digital marketing tidak selaris materi lainnya meski ia sudah menawarkannya ke berbagai perusahaan. Sampai akhirnya dia memberanikan diri untuk membuat seminar digital marketing di Bali dan Surabaya.
Baca Juga: Bambang Trim: Maestro Penulis dari Skripsi Nilai C yang Jadi Buku
“Kemudian dari hasil pengulangan itu saya dapat feedback, saya lanjutkan terus sampai 2016, kemudian membuat training secara masif,” katanya.
“Seminar pakai WA Group, sebulan bisa 2-3 kali, dan pesertanya bisa dari seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Tahun selanjutnya, ia memutuskan membuat seminar digital marketing di WA Group secara gratis selama setahun. Setelah itu, trennya pun mulai naik. Dia juga mendirikan komunitas Digital Marketing Club yang berisi para alumni dari kelas-kelas pelatihan sebelumnya. Dalam setiap seminar, dia selalu membawa moto “Indonesia Bebas Gaptek”.
“Animo masyarakat mengenal digital marketing makin tinggi. Makin banyak mulai 2017 hingga 2020 baik UMKM maupun corporate,” ujarnya
“Puncaknya 15 maret 2020 kan lockdown, ketika itu saya langsung benahi materi saya dengan bikin materi seminar dan training lewat WA Group, kemudian muncul Zoom,” jelasnya.
Ada berbagai cara meningkatkan visibilitas website kini lebih mudah dengan teknologi AI Powered SEO. Algoritma pintar ini membantu memahami perilaku pencarian pengguna, menargetkan kata kunci yang relevan, serta meningkatkan peringkat website di Google untuk menjangkau lebih banyak pelanggan potensial.
Way of Life
Dari keseluruhan kisah hidupnya, ada yang menjadi pedoman Haryo dalam menjalani kesehariannya, yakni apapun yang terjadi kita harus tetap berusaha mengejar apa yang impikan.
“Apapun yang terjadi kita harus semangat, menemukan solusinya, tetap lebih dari sekadar survive,” ungkapnya.
Dia juga selalu menyampaikan ke banyak orang, ada dua hal ketika bicara tentang way of life, yaitu “saya sudah bertambah apa” dan “saya sudah bertumbuh apa”.
“Saya tiap hari merenung, saya sudah nambah apa ke dalam diri saya. Bertambah dan bertumbuh hal yang paling penting bagi diri saya,” katanya.
Kini Haryo mempimpin Creative Action Indonesia dan terus berbagi ilmu melalui daring karena kondisi pandemi.
Pelajari Strategi Manajemen untuk Sukses di Dunia Bisnis
Manajemen yang baik adalah kunci dalam menyusun strategi bisnis dan memastikan kelancaran operasional. Dengan mengambil program studi Manajemen di Universitas Mahakarya Asia (UNMAHA), mahasiswa akan mempelajari dasar-dasar kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta pengelolaan sumber daya yang efektif dalam berbagai sektor industri.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan berkualitas ada di depan mata. Pendaftaran bisa melalui PMB Online untuk bergabung dalam lingkungan akademik yang inovatif di UNMAHA. Jika ada pertanyaan, bisa langsung hubungi melalui WhatsApp agar tim kami dapat membantu Anda mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Kini, Anda pun bisa meraih pendidikan tinggi dengan biaya SPP terjangkau dengan memanfaatkan beasiswa PBL di UNMAHA. Program ini memungkinkan Anda bekerja secara remote sambil kuliah, sehingga bisa mendapatkan pengalaman praktis sekaligus mendanai pendidikan Anda sendiri.
Peluang Bisnis Menguntungkan dengan Produk Teknologi
Memanfaatkan teknologi yang tepat bisa menjadi kunci sukses dalam bisnis. Jika Anda ingin memperoleh penghasilan tambahan, bergabung sebagai reseller di Adolo adalah pilihan tepat. Dengan berbagai produk unggulan, termasuk laptop dan perangkat teknologi lainnya, Anda bisa membangun bisnis sendiri dengan modal ringan dan keuntungan yang menjanjikan.
Bergabung di platform ini memberikan kesempatan untuk mengakses produk berkualitas, dukungan pemasaran, serta jaringan luas dalam industri digital. Segera daftar dan mulailah perjalanan bisnis Anda bersama Adolo!*** [4]
